Ekspor Besi-Baja Bertambah Triliunan Rupiah Berkat Program Hilirisasi Industri

  • Whatsapp
Program Hilirisasi Industri
Ilustrasi hilirisasi industri.

Belum lama ini, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa setelah nikel dihentikan ekspor barang mentahnya, kini Indonesia akan hentikan ekspor bauksit. Diketahui, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pendukung program hilirisasi industri.

Kebijakan stop ekspor nikel sempat membuat kehebohan di negara global terutama negara-negara Uni Eropa yang bahkan menggugat persoalan ini ke WTO (World Trade Organization) atau organisasi perdagangan dunia.

Read More

Jokowi pun kala itu merespon kejadian ini dengan tetap tegas pada permintaannya, yaitu tetap stop ekspor nikel. Bila negara-negara global masih menginginkan nikel, maka mereka harus terlebih dahulu mengolahnya di Tanah Air.

“Kalau ingin nikel silakan, tapi datang bawa pabriknya ke Indonesia, bawa industrinya, bawa teknologinya ke Indonesia,” ungkap Presiden Joko Widodo saat hadir di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Jokowi mencontohkan di industri kendaraan listrik, proses pengolahan nikel menjadi baterai dilakukan di dalam negeri, nantinya baterai hingga pembuatan kendaraan tersebut boleh diboyong ke negara investor.

Presiden Ungkap Hasil Hilirisasi Industri

Presiden Jokowi mengatakan bahwa berkat program hilirisasi industri, nilai tambah di dalam negeri menjadi sangat besar. Seperti yang terjadi pada komoditi nikel. Hilirisasi nikel yang sudah dilakukan sejak 2015, senyatanya sudah memberikan dampak yang signifikan, baik dari sisi ekspor maupun dari sisi neraca perdagangan.

“Ekspor besi baja di tahun 2021 mencapai US$20,9 miliar, kira-kira Rp300 triliun. Meningkat dari sebelumnya hanya US$1,1 miliar di tahun 2014,” ujarnya

Melihat peningkatan yang melonjak tersulit, Presiden Jokowi pun menyampaikan bahkan nantinya tak hanya nikel yang dihentikan ekspor, namun juga bauksit, tembaga, timah atau bahkan emas. Komoditi-komoditi yang sebelumnya biasa diekspor dalam bentuk raw material.

“Sehingga tidak ada lagi yang namanya ekspor bahan mentah. Tahun 2022 ini saya kira kita bisa mencapai ekspor khusus untuk nikel ini, bisa mencapai US$28-US$30 miliar. Berarti sudah kira-kira Rp420 triliun, itu perkiraan,” kata Jokowi.

Dan tak hanya di pertambangan, sektor lainnya seperti pertanian dan peternakan juga akan diperkuat program hilirisasinyanya. Nilai tambah tentunya bisa dinikmati petani dan peternak serta  bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Related posts