Striker PSIS Semarang Tetap Profesional di Hari Lebaran

  • Whatsapp

KENDAL, KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen berharga bagi para pemain sepak bola untuk berkumpul bersama keluarga. Hal ini juga dirasakan oleh striker PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto.

Read More

Hari memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya Kendal, Jawa Tengah sejak aktivitas tim diliburkan.

Hari Nur juga bersyukur bisa merayakan Lebaran cukup lama bersama keluarga, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya saat kompetisi bergulir.

Dahulu, dia baru bisa pulang saat mendekati Lebaran setelah kompetisi diliburkan.

“Alhamdulilah tahun ini mudiknya tidak buru-buru seperti tahun-tahun sebelumnya yang kompetisi baru libur jelang Lebaran,” kata pemain bernomor punggung 22 tersebut kepada Kompas.com.

“Hikmah Ramadhan dan Lebaran tahun ini, bisa lebih banyak waktu bersama keluarga di rumah,” imbuhnya.

Saat merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman, Hari menyebut opor ayam menjadi menu favorit yang wajib disantap.

“Favorit makanan Lebaran opor ayam sama sambal goreng, mungkin karena (menu) khas dan selalu ingin.”

Selama menikmati libur Lebaran, Hari Nur mengaku terus menjaga kebugaran fisik. Dia pun juga rutin menjaga pola makan agar tubuhnya tetap dalam kondisi ideal.

Menurutnya, menjaga pola makan sangat penting terutama saat Lebaran seperti saat ini.

Dia menyebut pemain sepak bola profesional harus bisa mengatur dengan baik pola makan saat tutup musim agar tidak merugikan tim saat kembali bergabung mengikuti latihan tim.

“Kalau pola makan, ya harus tetap dijaga. Namun, kalau sesekali ingin sesuatu tidak apa-apa asal bisa diatur pola makannya,” tutur pemain yang bergabung dengan PSIS Semarang sejak 2013 tersebut.

Selain menjaga pola makan, Hari Nur tetap rutin melakukan latihan individu selama berada di rumah.

“Meskipun mudik tetap masih latihan untuk jaga kondisi,” pungkasnya.

#Striker #PSIS #Semarang #Tetap #Profesional #Hari #Lebaran #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts