Peneliti Sukses Tumbuhkan Embrio Tikus di Gelas, Manusia Target Berikutnya

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta

Read More

banner 300250

Tim peneliti dari Israel baru saja mempublikasi inovasi kontroversial, tak lain embrio tikus lengkap dengan jantung, kepala, dan calon lengan yang bertumbuh dalam gelas kaca.

Dalam foto yang dipublikasi, janin tikus tersebut berusia 11-12 hari, atau setengah dari kehamilan tikus rata-rata 21-24 hari.

Peneliti menyebut, keberhasilan eksperimen pada hewan mamalia ini amat mungkin kelak diimplementasikan pada janin manusia. Meski proyeksinya ditentang banyak pihak, peneliti berharap temuannya bisa menjadi sumber jaringan baru dalam ranah medis.

“Ini menentukan tahap untuk jenis spesies lain. Saya berharap, ke depannya para ilmuwan bisa mengembangkan embrio manusia sampai usia janin lima minggu,” ujar ahli biologi pengembangan di Weizmann Institute of Science selaku kepala penelitian Jacob Hanna, dikutip dari MIT Technology Review, Selasa (6/4/2021).

Tim penelitian Hanna ini sukses memberikan hidup pada embrio tikus dengan cara menambahkan serum darah dari tali pusar manusia dalam campuran di gelas kaca. Kemudian, oksigen bertekanan dipompakan pada campuran tersebut.

“Langkah ini seperti memaksa oksigen masuk ke dalam sel, sehingga pasiennya merasa baik. Anda dapat melihat sistem darah dan organ-organnya bekerja dengan baik,” imbuhnya.

Hanna memahami, metode ini memiliki risiko keguguran yang besar jika diimplementasikan pada embrio manusia. Namun mengacu pada pembelajarannya soal In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, Hanna percaya, risikonya kegagalan kedua metode ini sebenarnya sama.

Menanggapi embrio artifisial ditentang banyak negara, Hanna tetap mengupayakan pengembangan embrio manusia di metode gelas kaca garapannya. Ia masih ingin melihat seberapa jauh temuan ini bisa dikembangkan.

“Butuh 6 tahun kerja yang sangat intens untuk sistem seperti yang sudah dikerjakan sekarang. Kami sudah memiliki rencana untuk menguji embrio sintetis,” ujar Hanna.

Studi mengenai embrio artifisial manusia selama lebih dari 14 hari memang dilarang di sejumlah negara. Namun kini, International Society for Cell Stem Research (ISSCR) tengah mempertimbangkan perpanjangan umur embrio artifisial yang dikembangkan laboratorium.


#Peneliti #Sukses #Tumbuhkan #Embrio #Tikus #Gelas #Manusia #Target #Berikutnya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts