Bahlil Ungkap Kesiapan Indonesia Menerima Investor Asing

  • Whatsapp
investor asing
investor asing
banner 468x60

Untuk memutar roda perekonomian, Indonesia saat ini membutuhkan kucuran investasi salah satu penanaman modal asing (PMA) yang berasal dari investor asing. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Indonesia telah menyiapkan seperangkat jurus untuk menyambut investasi penanaman modal asing dari investor asing.

Namun sayang, ketika segenap kebijakan seperti hadirnya insentif libur bayar pajak (tax holiday) pengusaha tak kunjung merealisasikan investasinya. Menurutnya, selama ini pengusaha selalu mengeluhkan sulitnya mendapatkan insentif. Pada akhirnya, insentif tersebut dikabulkan oleh pemerintah, namun investasi tak kunjung direalisasikan. 

Read More

banner 300250

“Oleh sebab itu, sekarang kita sedang memanggil dan mengecek apa masalah dari perusahaan-perusahaan ini sehingga mereka belum menjalankan investasinya,” papar Bahlil. 

Bahlil bahkan mengecam akan mencabut insentif libur bayar pajak (tax holiday) bagi perusahaan yang tidak kunjung direalisasikan investasinya. Dirinya juga mengkaji, kalau memang ada yang bisa terealisasi maka akan berjalan bersama-sama dengan pemerintahan. 

Hal ini dikarenakan bakal ada 152 perusahaan dari China yang berpotensi bakal pindah ke Indonesia. Bahlil mengkonfirmasi hal tersebut, nantinya nilai investasi tersebut diproyeksikan mencapai US$ 67,33 miliar. Dirinya memperjelas, dari 152 perusahaan tersebut ada 16 perusahaan asal China yang bakal relokasi di Indonesia. 

“Sebanyak 14 perusahaan memiliki intensi relokasi atau diverifikasi ke Indonesia. Ke-14 perusahaan ini hampir selesai, sebentar lagi akan diumumkan,” imbuhnya. 

Walaupun begitu, Bahlil tak menampik bahwa kehadiran negara begitu penting untuk menjaga keseimbangan dan memberikan ketegasan. Karena bagaimanapun pengusaha juga tak kalah penting. Sebab, mereka adalah pahlawan devisa dan pahlawan pencipta lapangan kerja.

Bagaikan orang tua yang mengabulkan keinginan seorang anak, pemerintah Indonesia hadir begitu tegar untuk memudahkan investasi mengalir ke Indonesia. Berbagai kebijakan yang memudahkan hadirnya investasi telah dikabulkan pemerintah. Ini semua bermuara pada kesuksesan ekonomi negara.

Namun, seperti layaknya hubungan orang tua dan anak, keduanya harus rukun, sejalan dan menjalin komunikasi dengan baik. Jika tidak? Bisa Anda asumsikan sendiri apa yang akan terjadi, bukan?

Related posts