Pentingnya Investasi Asing untuk Indonesia

  • Whatsapp
investasi asing untuk indonesia
investasi asing untuk indonesia
banner 468x60

Kabar salah satu investor asing batal investasi ke Indonesia mulai terdengar di telinga masyarakat pada awal Februari 2021. Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang batal investasi ke Indonesia merupakan adalah Tesla Inc yang merupakan milik Elon Musk. Padahal, investasi asing untuk Indonesia dibutuhkan dalam memompa roda perekonomian suatu negara.

Informasi mengenai Tesla batal investasi ke Indonesia menambah daftar panjang investor asing batal masuk Indonesia dan memilih menanamkan modalnya ke negara lain. Bila kita ingat kembali, pada tahun 2019 lalu, Presiden Jokowi sempat kecewa ketika mengetahui 33 investor yang keluar dari Tiongkok rupanya tidak satupun menaruh hati untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia. 

Read More

banner 300250

Saat itu, Jokowi mengeluhkan tidak adanya perusahaan asing yang mau berinvestasi ke Indonesia padahal investasi asing untuk Indonesia sangat dibutuhkan. Puluhan perusahaan luar negeri tersebut lebih memalingkan pandangannya ke negara lain untuk menanamkan modalnya. Berpalingnya investor asing dari Indonesia sendiri disebabkan karena rumitnya regulasi serta kebijakan di Indonesia. 

“Saya ulang, 23 ke Vietnam, 10 Kamboja, Thailand, dan Malaysia. Tidak ada yang ke Indonesia. Tolong hal ini digarisbawahi, hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan,” tegas Jokowi. 

Kemudian, Jokowi memaparkan alasan mengapa sampai pada akhirnya perusahaan asing lebih memilih Vietnam ketimbang investasi asing untuk Indonesia. Hal ini disebabkan Vietnam memiliki regulasi yang tidak rumit. Hanya dibutuhkan dua bulan untuk mengurus seluruh perizinan untuk berbisnis di Vietnam. 

Orang nomor satu di Indonesia tersebut memberi contoh, saat perusahaan Jepang juga memilih walk out dari Indonesia pada 2017 silam. Saat itu, terdapat 73 perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia sebanyak 10 perusahaan. 

Menurut penilaian Jokowi, persoalan internal mengakibatkan Indonesia gagal bersaing dengan negara lainnya. Bahkan, menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia juga tidak tidak menampik bahwa situasi yang tidak pasti dapat membuat kalangan investor jengah dan mengatakan bahwa di Indonesia sangat tidak ramah dalam hal investasi.

“Itu kemudian kenapa sampai para investor memilih kepada negara yang ramah akan investasi,” menurut Bahlil.

Padahal, perlu diketahui bahwa dengan hadirnya investasi asing dapat memberikan efek jangka panjang dan menjadi kunci utama dari terbebasnya Indonesia dari ketertinggalan secara ekonomi serta lepas dari jeratan resesi. 

Sayang sekali jika pada akhirnya investor asing sekondang Tesla harus batal teken kontrak dengan Indonesia, padahal Indonesia memiliki potensi nyata bagi industri otomotif dunia yakni nikel yang menjadi komponen utama dari baterai mobil listrik.

Berdasarkan data Badan Geologi pada Juli 2020, Indonesia memiliki sumber daya nikel sebesar 11.8887 juta ton dan cadangan bijih nikel sebesar 4.346 juta ton. Sedangkan untuk total sumber daya logam mencapai 174 juta ton dan 68 juta ton cadangan logam. 

Sayang seribu sayang, jika pada akhirnya seluruh jajaran yang telah dibentuk dan dipercaya oleh Jokowi untuk dapat bergotong-royong memajukan Sang Garuda rupanya gagal untuk ‘menggigit’ dunia. 

Lantas, menurut Anda, apakah yang sebenarnya terjadi di Indonesia? Hingga investor enggan untuk berjibaku memutar roda perekonomiannya di Indonesia?

Related posts