4 Tips Diet Rendah Karbohidrat untuk Penderita Diabetes Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Karbohidrat dapat meningkatkan glukosa darah lebih tinggi daripada jenis makanan lainnya, yang berarti tubuh harus memproduksi lebih banyak insulin untuk memprosesnya.

Read More

banner 300250

Itulah mengapa, penderita diabetes sangat disarankan untuk memerhatikan pola makannya, terutama asupan karbohidratnya.

Melansir Medical News Today, mengurangi asupan karbohidrat dapat membantu menstabilkan glukosa darah.

Tak hanya itu, pola makan rendah karbohidrat pun bisa membantu melawan beberapa efek diabetes lainnya, seperti penambahan berat badan dan penyakit jantung.

Tapi, ingat, jangan sampai tubuhmu malah kekurangan karbohidrat.

Sebab, pola makan rendah karbohidrat juga bisa bikin tubuh kita kekurangan gizi penting, termasuk vitamin dan mineral.

Pada akhirnya, tanpa pola makan yang seimbang, fungsi tubuh kita tidak akan bisa bekerja secara optimal.

Lalu, bagaimana menerapkan diet rendah karbohidrat yang tepat dan sehat untuk penderita diabetes?

1. Ketahui kebutuhan karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat bervariasi pada setiap orang dan dipengaruhi berbagai faktor, seperti tingkat aktivitas, berat badan, target kebugaran, dan lainnya.

Untuk lebih jelasnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar kamu bisa menentukan pola makan rendah karbohidrat yang tepat.

Namun, secara umum, diet yang sangat rendah karbohidrat hanya mencakup 30 gram karbohidrat atau kurang per harinya.

Sementara diet rendah karbohidrat mencakup 130 gram karbohidrat atau kurang dan diet karbohidrat moderat mencakup sekitar 130 hingga 225 gram karbohidrat per hari.

Agar mengetahui gambaran tentang seberapa signifikan efek dari pola makan tersebut, cobalah untuk menghitung asupan karbohidratmu selama beberapa hari, baru kemudian menetapkan target baru.

Saat ini sudah ada banyak aplikasi penghitung kalori yang bisa kamu manfaatkan untuk membantu melacak asupan kalori harian agar lebih akurat.

Jangan sembarangan menetapkan angka asupan karbohidrat baru tanpa perencanaan yang jelas dan tepat.

Selain berisiko membuat tubuh mengalami kekurangan gizi penting, mengurangi porsi atau mengganti jenis karbohidrat secara drastis juga bisa bikin kamu cepat lapar.

2. Mengurangi perlahan
Strategi lain yang bisa diterapkan adalah mengurangi sedikit demi sedikit asupan karbohidrat, kemudian melihat bagaimana efeknya terhadap kadar glukosa darahmu.

Misalnya, jika kamu terbiasa nasi putih di malam hari. Kamu mungkin mau mengurangi porsinya perlahan, baru kemudian menggantinya dengan alternatif lain yang lebih kaya nutrisi sehingga tidak bikin kamu cepat lapar.

Misalnya, dengan nasi merah atau ubi.

Pastikan sebagian besar sumber kalori dalam pola makan rendah karbohidrat ini harus berasal dari sumber alami yang sehat, termasuk menyertakan sayur-sayuran, protein tanpa lemak, kacang-kacangan, hingga lemak sehat, seperti minyak zaitun atau alpukat.

3. Perhatikan konsumsi buah
Ketika menjalani pola makan rendah karbohidrat, kamu mungkin juga ingin mengurangi asupan buah-buahan karena cenderung tinggi gula.

Adapun salah satu jenis buah yang tinggi kandungan gula adalah mangga.

Tapi, ketahuilah bahwa konsumsi buah-buahan dalam jumlah moderat tetap baik utnuk kesehatan, lho. Apalagi jika makan buah dilakukan untuk mengganti sesi ngemil makanan tidak sehat.

Melansir pemberitaan Kompas.com, buah mengandung tiga jenis gula yaitu fruktosa, glukosa, dan kombinasi keduanya yang disebut sukrosa atau gula meja.

Meski mengandung gula, buah juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, serta vitamin A dan C yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sekalipun kalori buah yang kita konsumsi sama dengan sekaleng soda, misalnya, tapi ada sejumlah nutrisi penting yang tetap bisa kita dapatkan dari buah. Gula yang terkandung dalam buah-buahan pun merupakan gula alami.

Tapi, mengonsumsi buah utuh berbeda lho dengan jika kita mengonsumsinya dalam bentuk makanan penutup, jus atau smoothie dengan pemanis tambahan.

Pastikan kita mengonsumsi buah dalam jumlah porsi yang wajar.

Saran dari American Heart Association (AHA) adalah sebesar kepalan tangan kita. Sementara untuk buah segar, beku atau kalengan adalah setengah cangkir, sedangkan buah kering dan jus buah adalah seperempat cangkir.

4. Kurangi asupan karbohidrat tidak sehat
Mengurangi sepenuhnya konsumsi karbohidrat tidak sehat dalam satu waktu mungkin akan terasa sulit.

Jadi, lakukanlah secara bertahap.

Beberapa jenis makanan yang harus dihindari jika ingin menerapkan pola makan rendah karbohidrat yang sehat, antara lain:

  • Makanan olahan, seperti daging dalam kemasan dan camilan tinggi garam.
  • Makanan tinggi gula, seperti permen, kue kering, biskuit, kue, roti putih, dan lainnya.
  • Minuman beralkohol.
  • Kentang, termasuk dalam bentuk keripik.
  • Sayuran bertepung.
  • Pasta putih.

Roti dengan gandum utuh dan biji-bijian juga tinggi karbohidrat. Tapi, dua jenis makanan tersebut bisa menjadi bagian dari pola makan sehat yang aman bagi penderita diabetes.

Kamu masih bisa mengonsumsi karbohidrat jenis ini dalam jumlah moderat atau sebagai pengganti karbohidrat tidak sehat, seperti kue.

Manfaat diet rendah karbohidrat
Pola makan ini mungkin menjadi salah satu strategi mengelola diabetes yang paling efektif, terutama jika kamu menghindari konsumsi obat-obatan.

Sebab, karbohidrat dapat meningkatkan glukosa darah lebih tinggi daripada jenis makanan lainnya.

Bagi orang dengan resistensi insulin, glukosa darah mungkin akan tetap tinggi hingga beberapa jam setelah mengasup karbohidrat.

Bagi penderita diabetes tipe 1 yang tidak menghasilkan cukup insulin, karbohidrat juga dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah.

Dengan begitu, diet rendah karbohidrat dapat membantu penderita semua penderita diabetes, baik penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Secara umum, diet rendah karbohidrat juga bisa memberi manfaat sebagai berikut:

  • Memberi tubuh lebih banyak energi.
  • Menurunkan risiko hipoglikemia.
  • Membantu menurunkan berat badan.
  • Menurunkan kadar kolesterol.
  • Membuat cepat kenyang, dan lainnya.

Tapi, ingat untuk tidak sembarang menerapkan diet rendah karbohidrat, ya.

Sebab, tanpa perencanaan yang tepat, pola diet ini malah bisa menyebabkan tubuhmu kurang nutrisi.

Pelaku diet rendah karbohidrat yang salah juga bisa mengasup protein dalam jumlah besar, yang pada akhirnya akan mempercepat kerusakan ginjal bagi orang-orang yang sudah memiliki penyakit ginjal.

Risiko lainnya meliputi osteoporosis dan patah tulang, kurang asupan serat, arteri yang tersumbat, dan lainnya.

Jadi, jika kamu memiliki diabetes dan ingin menerapkan diet rendah karbohidrat secara tepat, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan bantuan dalam merencanakan pola makan yang sehat.

Jika kamu saat ini masih dalam kondisi sehat tanpa diabetes tetapi ragu apakah dirimu berisiko tinggi mengalami penyakit ini, cobalah mencari tahu tentang gejala diabetes yang muncul sejak awal.

Mengenali gejala diabetes sejak awal akan membuatmu bisa segera mendapatkan perawatan medis dan saran cara mencegah diabetes yang tepat sejak awal, sebelum diabetes berkembang menjadi komplikasi serius.

#Tips #Diet #Rendah #Karbohidrat #untuk #Penderita #Diabetes #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts