Kisah Perang: Schwerer Gustav, Meriam Terbesar Sejagat Raya Milik Nazi Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Pada awal Perang Dunia II, Nazi Jerman menghadapi tantangan berat untuk menjebol pertahanan Perancis.

Read More

banner 300250

Sang lawan membangun benteng beton di Jalur Maginot, salah satu yang terkuat dan terpanjang di masa perang.

Benteng tersebut membentang dari perbatasan Perancis-Swiss-Jerman di selatan, sampai ke sisi utara.

Pembangunannya dimulai sejak akhir 1920-an, yang membutuhkan waktu hampir 10 tahun untuk menyelesaikannya.

Jalur Maginot sendiri dilengkapi persenjataan lengkap, mulai dari anti-tank hingga sejumlah artileri, yang bisa menangkal serangan darat maupun udara.

AFP PHOTO/HEINRICH HOFFMANN Potret tak bertanggal Kanselir Nazi Jerman Adolf Hitler (1889-1945).

Adolf Hitler yang berambisi menginvasi Perancis tidak kehilangan akal. Pada 1941 dia memerintahkan produsen senjata dan ahli metalurgi Jerman, Gustav Krupp, untuk menciptakan senjata yang bisa meruntuhkan benteng Maginot.

Dilansir National Interest, Hitler menetapkan spesifikasi kelas berat untuk senjata penghancur benteng Maginot.

Senjata tersebut harus bisa menembus dinding beton setebal 7 meter atau 1 meter baja. Moncongnya berdiamater 80 cm dan larasnya sepanjang 30 meter.

Untuk mengangkut senjata itu dibutuhkan kendaraan sepanjang 47 meter, tinggi 12 meter, dengan berat 1.350 ton, agar bisa menembakkan peluru seberat 10 ton.

Saking besarnya, War History Online menyebut 22 orang bisa berdiri sejajar di laras senjata itu.

Singkat cerita, sang senjata raksasa pun jadi dan dinamakan Schwerer Gustav, yang dalam bahasa Inggris berarti The Great Gustav.

Hanya dipakai sebentar

Meriam Dora, saudara Schwerer Gustav milik Nazi di awal Perang Dunia II.WIKIMEDIA COMMONS Meriam Dora, saudara Schwerer Gustav milik Nazi di awal Perang Dunia II.

Sebenarnya selain Schwerer Gustav, ada juga meriam besar lainnya bernama Dora.

Namun senjata raksasa itu cuma dipakai sebentar di pertempuran Stalingrad. Jerman langsung menariknya saat Soviet mengancam akan menghancurkan Dora.

Akhirnya Dora dirusak dan ditemukan di barat oleh pasukan Amerika Serikat.

Sementara itu Schwerer Gustav menjalani debutnya pada musim semi 1942, dalam pertempuran Sevastopol di Krimea. Gustav menembakkan 50-an peluru di sana.

Sebelum Gustav beraksi tentara Nazi harus berjibaku dulu untuk membawanya ke medan perang.

Saking besarnya, meriam raksasa itu diangkut dengan kereta api secara terpisah oleh 2.000 tentara dalam 25 gerbong berbeda. Untuk merakitnya lagi dibutuhkan 250 orang yang memakan waktu 3-4 hari.

Schwerer Gustav akhirnya tidak jadi dipakai untuk menjebol Garis Maginot, karena Jerman sudah berhasil menguasainya sebelum senjata datang.


WIKIMEDIA COMMONS
Schwerer Gustav

Di Sevastopol, meski hanya menembakkan 50 peluru Schwerer Gustav menimbulkan kerusakan yang luar biasa.

Salah satu target penting yang dihantamnya kala itu adalah lumbung senjata bawah tanah yang dipakai memasok senjata oleh Soviet dari pelabuhan.

Target itu berada 30 meter di bawah laut. Gustav dapat menjebol perisainya setelah tembakan kesembilan.

Berakhir seperti Dora

Meski daya ledaknya luar biasa, postur Schwerer Gustav yang sangat besar menjadi kelemahan utama.

Senjata ini sangat mudah dikenali Sekutu, dan karena saking besarnya hanya bisa diangkut di jalur khusus. Biayanya sangat mahal, karena Jerman harus membangun dulu relnya.

Selain itu, waktu reload Gustav juga sangat lama. Persiapan menembakkan satu peluru bisa berjam-jam dan per hari hanya bisa menembakkan 14 peluru.

Schwerer Gustav dipakai tak lebih dari setahun oleh Nazi.

Ada yang mengatakan senjata itu dihancurkan sebelum 22 April 1945 agar tidak direbut musuh.

Namun ada juga yang mengeklaim Schwerer Gustav berhasil direbut Soviet dan mereka preteli.

#Kisah #Perang #Schwerer #Gustav #Meriam #Terbesar #Sejagat #Raya #Milik #Nazi #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts