Pilpres AS: Trump Sebut ada Kecurangan, OSCE Membantahnya

  • Whatsapp
banner 468x60

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Calon presiden (capres) Amerika Serikat ( AS) petahana dari Partai Republik Donald Trump mengklaim bahwa Partai Demokrat telah melakukan kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) AS.

Read More

banner 300250

Tim Kampanye Trump juga telah bergerak untuk menuntut penghitungan ulang di negara bagian yang menjadi medan pertempuran utama.

Namun klaim tersebut dibantah oleh hasil riset dan temuan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa ( OSCE).

OSCE melaporkan dalam temuan awal mereka bahwa pemilu AS kompetitif dan terkelola dengan baik sebagaimana dilansir dari Sputnik, Kamis (5/11/2020).

Organisasi tersebut juga mengecam Trump karena klaim sang petahana justru akan mengikis kepercayaan publik terhadap demokrasi.

“Penghitungan dan tabulasi sedang berlangsung dan harus dilanjutkan sesuai dengan undang-undang dan komitmen OSCE. Tuduhan tak berdasar tentang kekurangan sistematis, terutama oleh presiden petahana, termasuk pada malam pemilihan, merusak kepercayaan publik pada lembaga-lembaga demokrasi,” kata OSCE, Rabu (4/11/2020).

OSCE menambahkan bahwa pihaknya tidak menemukan “kesalahan sistematis” selama pemilu AS dan menuduh Trump mengeksploitasi posisinya untuk keuntungan politik.

Ketua Majelis Parlemen OSCE Kari Henriksen secara khusus menyatakan keprihatinannya atas upaya untuk membatasi upaya pemungutan surat suara secara langsung “dalam konteks Covid-19 dan peningkatan pemungutan suara melalui mail-in.”

Trump menuduh bahwa lawan-lawannya mungkin memanfaatkan mail-in ballot untuk secara diam-diam memasukkan surat suara palsu di daerah-daerah yang mereka kendalikan.

Para pengamat mencatat bahwa “kepentingan partisan” telah memicu volume litigasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yakni lebih dari 400 tuntutan hukum telah diajukan di 44 negara bagian.

Kondisi tersebut menciptakan kebingungan dan kekhawatiran di antara para pejabat pemilu dan pemilih.

Di sisi lain, OSCE juga menemukan fakta bahwa pejabat AS memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada keamanan dunia maya.

Padahal hal keamanan dunia maya merupakan kekhawatiran bagi publik karena khawatir akan adanya campur tangan asing dalam pemilu.

“Laporan campur tangan asing memengaruhi kepercayaan publik, tetapi berbagai pemangku kepentingan pemilu menyatakan keyakinan keseluruhan dalam integritas infrastruktur pemilu dan upaya untuk mengurangi risiko keamanan siber,” kata OSCE melalui sebuah laporan.

OSCE juga menyayangkan minimnya transparansi aturan pembiayaan kampanye. Mereka memperkirakan total pengeluaran selama kampanye 2020 akan mencapai 14 miliar dollar AS (Rp 202 triliun).

OSCE juga mengatakan bahwa media-media di AS memberikan liputan komprehensif tentang kampanye tersebut, tetapi sebagian besar mengabaikan kandidat presiden selain Biden dan Trump.

#Pilpres #Trump #Sebut #ada #Kecurangan #OSCE #Membantahnya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts