Pemilu AS: Pakai Lagu Tanpa Izin, Tim Kampanye Trump Digugat

  • Whatsapp
banner 468x60

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Lagu dari People Village yang berjudul YMCA telah digunakan dalam kampanye calon presiden petahana dari Partai Republik Donald Trump tanpa mengantongi izin.

Read More

banner 300250

Oleh karena itu, pengacara akan melayangkan gugatan ke pengadilan beberapa hari ke depan atas penggunaan tak berizin dari lagu tersebut untuk kampanye Trump.

YMCA, lagu disko yang dirilis pada 1978, dilaporkan digunakan baik saat kampanye dan sebagai soundtrack video kampanye Trump menjelang pemilu AS pada Selasa (3/11/2020).

Para pemegang hak, termasuk Scorpio Music, mengaku terkejut dengan penyelewengan lagu tersebut sebagaimana dilansir dari AFP, Kamis (5/11/2020).

Apalagi, lagu tersebut digunakan untuk tujuan partisan dan pemilihan untuk kepentingan Donald Trump.

Pengacara penggugat, Richard Malka, mengatakan kliennya tidak terima jika lagu tersebut digunakan tanpa mengantongi izin, apalagi untuk tujuan kampanye.

Dia mengatakan setiap penggunaan yang tidak sah dari lagu tersebut akan menjadi subjek gugatan dalam beberapa hari ke depan.

“(Akan diajukan gugatan) baik di Perancis dan di AS, terhadap setiap pemrakarsa atau kaki tangan dari apa yang merupakan pencurian langsung milik orang lain,” kata Malka.

Lagu YMCA ditulis oleh penulis Perancis Jacques Morali dan Henri Belolo serta personel Village People, Victor Willis.

Village People mendapat mencapai kepopulerannya di Perancis dan AS dengan lagunya yakni YMCA, In the Navy, dan Macho Man pada akhir dekade 1970-an.

#Pemilu #Pakai #Lagu #Tanpa #Izin #Tim #Kampanye #Trump #Digugat

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts