Lockdown Lagi, Inggris Bakal Kembali Resesi?

  • Whatsapp
banner 468x60

LONDON, KOMPAS.com – Bank of England ( BoE) kembali menginjeksi perekonomian Inggris dengan nilai mencapai 195 triliun dollar AS.

Read More

banner 300250

Hal itu dilakukan lantaran Inggris dikhawatirkan mengalami resesi untuk kedua kalinya di tahun ini akibat pandemi virus corona serta ketidakpastian yang diakibatkan oleh Brexit.

Dikutip dari CNN, Sabut (7/11/2020) bank sentral Inggri itu menyatakan akan menjaga suku bunga mereka di rekor terendah, yakni 0,1 persen. Meski demikian, (BoE) akan menambah pembelian obligasi pemerintah hingga 1,1 triliun dollar AS.

Otoritas moneter tersebut menambahkan, pembatasan sosial atau lockdown yang diterapkan kembali di Inggris untuk menekan persebaran virus bakal kian menghambat pertumbuhan konsumsi masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan.

Inggris kembali menerapkan lockdown atau isolasi total secara nasional pada Kamis (5/11/2020). Dengan demikian, restoran, bar, dan bisnis-bisnis yang dinilai tidak esensial ditutup hingga 2 Desember mendatang.

Inggris mencatatkan rekor baru jumlah kasus tertinggi pada Rabu (6/11/2020), dengan 25.177 kasus infeksi baru dalam waktu 24 jam.

Untuk meredam dampak lockdown terhadap konsumsi rumah tangga dan pelaku usaha, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak menyatakan pemerintah Inggris akan memperpanjang program subsidi gaji hingga Maret 2021.

Pemerintah akan membayar 80 persen dari gaji karyawan perusahaan yang terpaksa ditutup, maksimal 3.720 dollar AS per bulan.

Bank sentral memperkirakan ekonomi akan menyusut 2 persen pada kuartal keempat, dan 11 persen sepanjang 2020.

Dampak Pandemi: Indonesia Resesi, Pengangguran Tembus 9,77 Juta

#Lockdown #Lagi #Inggris #Bakal #Kembali #Resesi

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts