Kisah Perang: Inilah 5 Perang Tersingkat, Ada yang Cuma 38 Menit

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Perang identik dengan konflik yang berlarut-larut, berlangsung lama dan memakan banyak korban jiwa, tapi ada juga beberapa pertempuran yang berjalan sangat singkat.

Read More

banner 300250

Bahkan saking singkatnya hanya berlangsung beberapa hari, bahkan ada yang cuma 38 menit.

Dilansir dari The Independent dan War History Online berikut adalah daftar 5 perang tersingkat sepanjang sejarah.

Richard Dorsey Mohun Beginilah kondisi istana Sultan Zanzibar usai dibombardir AL Inggris pada 27 Agustus 1896.

1. Perang Anglo-Zanzibar 1896: 38 menit

Inilah perang tersingkat di dunia. Pecah pada 27 Agustus 1896, perang Anglo-Zanzibar selesai tak sampai 1 jam setelah pasukan Kerajaan Inggris mengalahkan Sultan Zanzibar.

Perang dimulai usai sultan kelima Zanzibar, Hamad bin Thuwaini, meninggal. Thuwaini dikenal sangat gemar menjalin kerja sama dengan Inggris.

Keponakannya, Khalid bin Bargash, lalu menyatakan dirinya sebagai sultan selanjutnya dan menduduki istana. Namun Inggris beda selera. Mereka punya pilihan sendiri untuk suksesornya dan memberi waktu Bargash turun takhta.

Bargash menolaknya dan tetap berkuasa sampai melewati ultimatum Inggris. Kapal perang Inggris pun melepaskan tembakan ke teluk dan perang Anglo-Zanzibar pecah.

Tak disangka serangan Inggris sangat efektif dan Bargash pun kabur dari istana. Bargash sempat berlindung di Kedutaan Jerman sebelum pergi meninggalkan kota.

Perang Anglo-Zanzibar sampai sekarang masih memegang rekor sebagai perang tersingkat di dunia.

Para tentara Israel berdiri di atas tank, yang ditempatkan di dekat perbatasan antara Israel dengan Jalur Gaza, pada Minggu (16/8/2020).REUTERS/AMIR COHEN Para tentara Israel berdiri di atas tank, yang ditempatkan di dekat perbatasan antara Israel dengan Jalur Gaza, pada Minggu (16/8/2020).

2. Perang 6 Hari 1967

Sesuai namanya, perang yang melibatkan Israel, Mesir, Jordania, Suriah, dan Irak ini berlangsung selama 6 hari pada 1967.

Musim panas 1967 setelah ketegangan regional yang berkepanjangan, Mesir mulai mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan dengan Israel. Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan besar-besaran pada 5 Juni.

Di saat bersamaan PBB mengupayakan gencatan senjata, tapi pada 10 Juni Israel sudah merebut Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan.

Keberhasilan Israel itu sangat krusial yang membuat mereka menang perang. Sekitar 1.000 korban tewas tercatat di pihak Israel, sedangkan korban dari orang-orang Arab berjumlah lebih dari 20.000.

Pada 11 Juni gencatan senjata ditandatangani, tapi sampai sekarang tensi ketegangan masih tinggi di kawasan itu.

3. Perang Indo-Pakistani 1971: 13 hari

Bangladesh (dulu bernama Pakistan Timur), India, dan Pakistan Barat terlibat perang Indo-Pakistani selama 13 hari pada 3-13 Desember 1971. Perang berakhir setelah deklarasi kemerdekaan Bangladesh dari sistem negara Pakistan.

Pertempuran yang juga disebut Perang Pembebasan Bangladesh ini dimulai dengan serangan udara Pakistan terhadap pangkalan udara India.

Pakistan menyerang beberapa lokasi di sepanjang perbatasan barat India, tetapi Angkatan Darat India berhasil mempertahankan pos mereka, bahkan merebut sekitar 15.010 km persegi wilayah Pakistan.

Tak sampai 2 minggu perang berkecamuk, pasukan Pakistan di Pakistan Timur menyerah kepada komando gabungan pasukan India dan Bangladesh, lalu Republik Rakyat Bangladesh didirikan.

Meski berlangsung singkat, jumlah korban tewas di perang Indo-Pakistani salah satu yang tertinggi di konflik India-Pakistan.

Jumlah tawanan perangnya juga terbanyak setelah Perang Dunia II, setelah menyerahnya lebih dari 90.000 personel militer dan warga sipil Pakistan.

4. Perang Serbia- Bulgaria: 14 hari

Perang terpendek selanjutnya adalah perang Serbia-Bulgaria pada 14-28 November 1885, yang berakhir dengan kemenangan Bulgaria.

Jumlah korban di Bulgaria sekitar 550 orang, sedangka Serbia kehilangan 700-800 prajuritnya.

Kekalahan Serbia mendorong otoritas Austria-Hongaria mengancam akan melakukan pembalasan.

Duta Besar Wina untuk Belgrade kemudian bertemu dengan perwira militer Bulgaria, dan menuntut agar agresi mereka segera dihentikan.

Austria-Hongaria mengancam akan menyerang jika tuntutan itu tidak dipenuhi, tapi tak lama kemudian gencatan senjata disepakati.

Setelah konflik seluruh Eropa diminta mengakui penyatuan Bulgaria, yang mulai berlaku pada 18 September 1885.

Tentara Armenia memegang senapan mesin Kalashnikov dan mengarahkannya ke pos-pos Azerbaijan, dari parit di garis depan pada Rabu (21/10/2020).AP PHOTO Tentara Armenia memegang senapan mesin Kalashnikov dan mengarahkannya ke pos-pos Azerbaijan, dari parit di garis depan pada Rabu (21/10/2020).

5. Perang Georgia-Armenia 1918: 24 hari

Perang ini berlangsung tak sampai sebulan tapi merenggut ratusan bahkan ribuan korban jiwa.

Republik Demokratik Armenia dan Republik Demokratik Georgia terlibat dalam konflik militer untuk menguasai provinsi yang dikenal sebagai Lori, Borchali, dan Javakheti.

Meski wilayah-wilayah itu diperebutkan, populasi di sana pada akhir 1800-an didominasi orang Armenia.

Sebelumnya provinsi-provinsi itu dalam kendali pasukan Ottoman, tetapi setelah mereka mundur Armenia dan Georgia langsung rebutan.

Perang Georgia-Armenia berlangsung pada 7-31 Desember 1918 tetapi tidak ada pemenangnya.

Setelah gencatan senjata diberlakukan, wilayah-wilayah yang diperebutkan itu ditempatkan dalam kendali bersama oleh Pemerintah Georgia dan Armenia.

#Kisah #Perang #Inilah #Perang #Tersingkat #Ada #yang #Cuma #Menit

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts