Kabur dari Penjara, Buron FBI Selama 50 Tahun Ditangkap Lagi, Ternyata Ganti Nama

  • Whatsapp
banner 468x60

LANSING, KOMPAS.com – Seorang pria yang melarikan diri dan menjadi buron FBI selama hampir 50 tahun, berhasil ditangkap lagi pada Jumat (13/11/2020).

Read More

banner 300250

Tahanan bernama Leonard Moses itu dipenjara seumur hidup karena melempar bom molotov bersama sekelompok orang, dalam kerusuhan setelah pembunuhan Martin Luther King Jr pada 1968.

Bom bensin itu membakar rumah Mary Amplo di Pittsburgh, yang membuatnya meninggal karena luka-lukanya.

Pada 1971 Moses diberikan izin untuk datang ke permakaman neneknya, tapi kesempatan itu dia gunakan untuk kabur.

Moses lalu mengubah namanya jadi Paul Dickson dan setidaknya sejak 1999 bekerja sebagai apoteker keliling di negara bagian Michigan, kata polisi.

FBI lalu memperbarui pencarian mereka pada 2016, menanyai keluarganya sekali lagi, dan menawarkan imbalan untuk penangkapannya, serta menyiapkan hotline khusus.

Meski ada lebih dari 2.000 petunjuk, FBI masih tidak dapat menemukan dan menangkap Leonard Moses, kata agen FBI Michael Christman dalam konferensi pers di Pittsburgh, dikutip Kompas.com dari AFP.

Catatan hukum menunjukkan Paul Dickson yang dalam identitasnya lahir pada 1949 pernah ditangkap di Pittsburgh, Pennsylvania, pada April karena penipuan dan menulis resep ilegal.

Selama penyelidikan, sidik jari tersangka diambil dan dimasukkan ke database penegak hukum, yang akhirnya membuktikan kecocokan dengan catatan federal yang disimpan FBI tentang Moses.

Dia ditangkap pada Kamis (13/11/2020) tanpa perlawanan di rumahnya di Grand Blanc, Michigan, dan akan dipindahkan ke Pennsylvania.

“Saya harap penangkapan ini membawa penutupan kasus bagi anggota keluarga Mary Amplo yang terbunuh pada 1968,” ucap Christman.

#Kabur #dari #Penjara #Buron #FBI #Selama #Tahun #Ditangkap #Lagi #Ternyata #Ganti #Nama

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts