Hati-hati, Malas Bergerak Picu Diabetes

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Gaya hidup sedentary life atau yang dikenal dengan malas bergerak dapat memicu berbagai macam penyakit. Salah satunya diabetes.

Read More

banner 300250

Sebab, orang-orang yang malas bergerak cenderung mudah sekali mengalami obesitas karena kurangnya aktivitas fisik.

Ketua Perkeni, Prof Dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan, umumnya obesitas itu meningkatkan kadar trigliserida, yang menyebabkan diabetes dan penyakit metabolik lainnya.

“Memang diabetes bisa datang dari faktor genetik. Namun, perilaku hidup tidak sehat seperti malas bergerak itu faktor yang lebih besar,” jelasnya dalam media gathering bersama Good Doctor melalui aplikasi Zoom, Senin (16/11/2020).

Terlebih lagi, lanjut dia, saat ini semua orang bisa mengakses semua hal dengan teknologi. Bahkan, banyak orang yang malas untuk sekadar berjalan kaki atau naik turun tangga.

Adapun penyakit diabetes memiliki gejala-gejala yang perlu diperhatikan antara lain banyak makan, banyak minum, sering buang air kecil dan penurunan berat badan.

Jika sudah parah, diabetes akan menimbulkan rasa gatal pada alat kelamin dan menyebabkan gejala lain yang berkaitan dengan komplikasi yakni kebutaan maupun kerusakan ginjal.

Untuk itu, Ketut menyarankan agar masyarakat mulai menjaga gula darah tetap normal melalui pola makan yang sehat, serta berolahraga.

“Tidak harus ke gym. Pilihlah olahraga yang sifatnya bisa dilakukan di rumah secara rutin. Paling tidak seminggu 150 menit atau 30 menit dalam lima hari,” terangnya.

Selain itu, pemeriksaan kadar gula darah puasa, acak, beban dan HbA1c juga penting bagi orang-orang yang mengidap diabetes tanpa bergejala.

“Kalau orang tidak mengetahui dirinya diabetes, mungkin pas datang ke dokter sudah terlanjur dalam keadaan komplikasi,” ungkapnya.

“Jadi harusnya mengetahui lebih awal ketika pra diabetes supaya bisa segera diatasi,” katanya lagi.

#Hatihati #Malas #Bergerak #Picu #Diabetes

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts