Anggota Partai NasDem Terseret Kasus Pungli

  • Whatsapp
Setoran Impor Komoditas Hortikultura-07
Setoran Impor Komoditas Hortikultura-07
banner 468x60

Ahmad Ali, anggota Partai NasDem terseret kasus pungli. Hal ini dikabarkan oleh salah satu media investigasi Indonesia yang melaporkan bahwa Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem, Ahmad M. Ali atau biasa dikenal “Mat Ali”, dan beberapa anggota birokrat di Kementerian Pertanian Indonesia diduga terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) melalui terlambatnya penerbitan surat RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura).

Kasus yang menggemparkan ini berawal dari munculnya surat elektronik Ketua Eksekutif Australian Table Grape Association Jeff Scott yang terbit pada 10 Maret 2020. Surat ini berkaitan dengan impor produk hortikultura yang mengharuskan importir membayar lebih untuk menerbitkan izin impor.

Read More

banner 300250

Untuk mendapatkan izin kuota impor hortikultura melalui RIPH di Kementerian Pertanian dan persetujuan impor di Kementerian Perdagangan, ada pungli (pungutan liar) di luar biaya resmi yang nilainya berkisar Rp1.000 – Rp2.000 per kilogram.

Kemudian untuk komoditas impor bawang putih, jumlah setoran izinnya lebih mahal. Terungkap izin komoditas tersebut mencapai Rp3.500 per kilogram. Dengan tarif tersebut, harga bawang putih di awal tahun 2020 meroket hingga Rp100 ribu kilogram di pasar tradisional. 

Ketua Asosiasi Hortikultura Nasional, Anton Muslim Arbi, menjelaskan bahwa pengusaha merugi dikarenakan operasi kantor tetap berjalan, namun impor buah memiliki waktu sempit karena tergantung musim. Anton mengamini bahwa ada praktik tidak sehat di dua kementerian tersebut. Bahkan menurutnya, pelaku bukan hanya pejabat di dua kementerian namun juga politikus partai yang kadernya berkuasa di dua kementerian tersebut.

Mereka menyebut nama spesifik anggota Partai NasDem terseret kasus pungli yakni Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali dan Ketua DPP NasDem Rusdi Masse Mappasessu yang mengatur kuota impor di Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo adalah kolega mereka.

Sejak Syahrul Yasin Limpo memimpin Kementerian Pertanian pada 19 Oktober 2019 lalu, dua politikus yang duduk di Komisi Pertanian dan Komisi Hukum DPR itu memanggil para importir untuk membicarakan kuota dan harganya. Untuk buah, mereka mematok pungutan Rp1.000 per kilogram. Sepanjang Januari hingga April tahun ini, Kementerian Pertanian menerbitkan RIPH buah sebanyak 1 juta ton.

Ahmad Ali dan Rusdi Masse, anggota Partai NasDem terseret kasus pungli ini terkenal dekat dengan para pejabat Kementerian Pertanian. Pada 10 Januari lalu, misalnya, Ali memboyong 14 pejabat setingkat direktur ke Kabupaten Parigi Moutong dan Donggala, Sulawesi Tengah, asal daerah pemilihannya menjadi anggota DPR.

Lalu politikus NasDem bercerita bahwa urusan izin impor telah menjadi isu panas di dalam partai. Dikabarkan, sebuah pertemuan mendadak dilakukan di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu, yang dimana mereka khusus membahas perihal isu panas tersebut. Hasilnya, Ahmad Ali dan Rusdi Masse harusnya mengklarifikasi isu tersebut. Namun, Ali menolak, sedangkan Rusdi tidak bisa dihubungi. Ahmad Sahroni juga memberikan pernyataan mengenai hal ini, “saya pastikan tak ada aliran uang ke partai atas kasus tersebut,” ujar Bendahara Umum Partai NasDem tersebut yang diminta memberikan pernyataan mengenai anggota Partai NasDem terseret kasus. 

Related posts