Twitter Tangguhkan Akun Palsu Kulit Hitam Pendukung Trump

  • Whatsapp
banner 468x60

SAN FRANSISCO, KOMPAS.com – Twitter mengatakan pada Selasa (13/10/2020), telah menangguhkan beberapa akun palsu yang mengaku sebagai orang kulit hitam Afrika-Amerika yang mendukung Presiden Donald Trump.

Read More

banner 300250

Akun itu sebelum ditangguhkan telah berhasil mengumpulkan beberapa ribu pengikut hanya dalam beberapa hari, seperti yang dilansir dari AFP pada Rabu (14/10/2020).

“Tim kami bekerja dengan rajin untuk menyelidiki aktivitas ini dan akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan Twitter, jika tweet ditemukan melanggar,” kata juru bicara perusahaan yang berbasis di San Francisco itu.

Darren Linville, seorang profesor di Clemson University yang mengkhususkan diri pada disinformasi di media sosial, menerbitkan beberapa contoh akun palsu di Twitter. Menuduh mereka menggunakan kedok “wajah hitam digital”.

“Ya, AKU HITAM DAN AKU MEMILIH UNTUK TRUMP!” kata salah satu contoh yang dia bagikan, dengan nama Ted Katya pada 17 September.

Tweet itu dibagikan 6.000 kali dan “disukai” lebih dari 16.000 kali.

Sebagian besar akun “menggunakan gambar orang Amerika asli di profil mereka,” kata Linville, dan beberapa dari mereka memiliki puluhan ribu pengikut.

Twitter menangguhkan profil yang diidentifikasi karena mereka menipu pengguna tentang niat dan identitas mereka, dan karena itu dianggap memanipulasi debat publik.

Perusahaan melarang penggunaan platform “untuk memperkuat atau menekan informasi secara artifisial atau terlibat dalam perilaku yang memanipulasi atau mengganggu pengalaman orang di Twitter,” menurut pedoman yang diterbitkan pada September.

Di bawah kritik keras, platform media sosial, seperti Facebook dan Twitter telah dimobilisasi menjelang pemilihan presiden 3 November, untuk tidak mengulangi skandal pada 2016.

Pada saat itu, media sosial digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan di menjelang pemilihan presiden AS.

Beberapa informasi yang beredar di antaranya adalah tentag adanya kampanye bersama yang diprakarsai oleh kekuatan asing, seperti Rusia.

Belajar dari pengalaman periode itu, platform media sosial ini kemudian membuat kemajuan dalam mengidentifikasi kampanye bersifat disinformasi skala besar.

Namun, sekarang juga menghadapi sejumlah upaya kampanye skala kecil yang bertujuan menyebarkan kebohongan melalui akun seperti yang ditangguhkan pada Selasa (13/10/2020).

Orang-orang di balik kampanye semacam itu sering menggunakan tema yang terkait dengan peristiwa terkini dan yang mengompori opini publik, seperti terkait virus corona atau gerakan Black Lives Matter, untuk menarik pengikut sebanyak mungkin.

#Twitter #Tangguhkan #Akun #Palsu #Kulit #Hitam #Pendukung #Trump

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts