Tak Sia-sia Berangkat Kuliah Jam 3 Pagi, Mahasiswa Ini Jadi Lulusan Terbaik Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Mahasiswi Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Siti Nabila Triananda dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Teknologi Pertanian IPB University. Penobatan tersebut diberikan pada acara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah yang dilakukan secara daring, Rabu (30/9/2020).

Read More

banner 300250

Nabila yang kerap berangkat pukul 3 pagi guna memenuhi Praktikum Terpadu, berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.87.

“Saat Praktikum Terpadu ini kami diminta membuat simulasi perusahaan. Dan pada saat itu, setiap hari berangkat ke IPB University jam 3 pagi menggunakan ojek online dari rumah untuk mempersiapkan roti yang akan dijual pada pagi harinya,” tutur Nabila, seperti dilansir dari laman IPB University.

Di Program Studi Teknologi Pangan, Nabila bercerita, ada yang namanya Praktikum Terpadu di mana seluruh mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok usaha.

“Saya masuk ke kelompok Bakery. Kelompok ini mensimulasikan sebuah usaha tetapi dengan skala kecil. Saya mendapatkan amanah sebagai Manager Marketing,” imbuhnya.

Nabila yang memilih untuk tetap tinggal di rumah selama kuliah, membuatnya harus pulang pergi kampus-rumah setiap hari.

“Sehingga hampir setiap hari pulang malam menggunakan ojek online. Dan esok harinya harus berangkat untuk kuliah lagi yang sebagian besar jadwalnya jam 7 pagi,” ungkapnya.

Menikmati kuliah Teknologi Pangan

Dok. IPB University Mahasiswi Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University Siti Nabila Triananda dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Teknologi Pertanian.

Meski harus sering berangkat subuh dan pulang malam, Nabila bertutur bahwa ia sangat menikmati perkuliahan yang ia jalani.

Dari pengalaman praktikum usaha bakery, Nabila mengaku belajar banyak hal. Seperti bagaimana cara menjalankan sebuah usaha, bagaimana cara memimpin, belajar untuk kreatif dalam mempromosikan produk, dan banyak hal yang ia pelajari.

Keseruan lain yang ia rasakan selama kuliah di Teknologi Pangan ialah setiap minggu diajari mengolah makanan menggunakan teknologi.

Seperti pembuatan nugget, sari buah, selai, bakso dan lain-lain. Ada juga praktikum Evaluasi Sensori di mana mahasiswa belajar cara untuk mengevaluasi makanan yang dikonsumsi, mulai dari warnanya, aromanya, teksturnya, serta rasanya.

Aktif mencari beasiswa dan berorganisasi

Selain tekun dalam menjalani perkuliahan, peraih Beasiswa AEON 1% Club Foundation ini aktif mengikuti organisasi International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Local Committee IPB University dan Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (Himitepa).

Meski orang tuanya memiliki kemampuan untuk membiayai kuliahnya, anak bungsu dari tiga bersaudara ini lebih memilih berusaha mencari penghasilan sendiri dan mencari beasiswa. Tujuannya agar tidak membebani orang tua.

“Selama kuliah saya nyambi mengajar di Vision Consultant Bogor sejak tingkat satu. Saya juga mulai merintis usaha desain grafis Wonder Project yang menerima jasa pembuatan logo, kemasan, banner, feeds Instagram dan lain lain,” imbuhnya.

Menyeimbangkan antara kegiatan perkuliahan, kegiatan organisasi dan pekerjaan sampingan menuntut Nabila pintar mengelola waktu.

“Saya berusaha tetap maksimal saat perkuliahan dengan menyimak materi perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan mencatat materi tersebut. Sehingga di luar jam kuliah, saya dapat fokus berorganisasi dan bekerja,” tutupnya.

#Tak #Siasia #Berangkat #Kuliah #Jam #Pagi #Mahasiswa #Ini #Jadi #Lulusan #Terbaik #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts