Suka Tidak Suka, Mau Tidak Mau, Resesi Indonesia Bisa Ditangkal dan Dicegah

  • Whatsapp
resesi indonesia
resesi indonesia
banner 468x60

Perlu upaya serius dari pemerintah terutama di tengah badai resesi ekonomi global yang sedang mengguncang dunia saat ini. Untuk mencegah resesi tersebut tidak menimpa kita, salah satu ‘terapi’ terbaik bagi ekonomi Indonesia adalah suntikan dana dari investor asing.

Hadirnya investasi dari investor asing tentunya dinanti-nanti oleh sebuah negara, tak terkecuali Indonesia. Dengan kehadiran investasi, roda perekonomian Indonesia akan terus berputar lebih lancar dan baik. Terutama saat pandemi masih melanda, tentu investasi harus dipelihara dengan baik agar dapat menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi. 

Read More

banner 300250

Sayangnya, birokrasi investasi di Indonesia dinilai masih carut marut oleh investor. Perizinan yang tumpang tindih dan kejelasan dari kesepakatan investasi di awal seringkali menjadi alasan kuat bagi investor untuk pikir dua kali lipat dalam menanamkan modalnya di Indonesia. 

Kepala BKPM Republik Indonesia Bahlil Lahadalia juga tidak menolak, bahwa situasi yang tidak pasti dapat membuat kalangan investor jengah dan mengatakan bahwa di Indonesia sangat tidak ramah dalam hal investasi.

“Itu kemudian kenapa sampai para investor memilih kepada negara yang ramah akan investasi,” menurut Bahlil.

Para investor selalu melihat dan menganalisa secara jeli dari berbagai bidang tentang kondisi suatu negara sebelum memutuskan dimana dia akan menanamkan modal investasinya. Ada beberapa sudut pandang yang dipakai oleh para penanam modal tersebut, seperti ekonomi, geografi, kondisi keamanan dan stabilitas, perizinan, pajak, hingga biaya tenaga kerja.

Indonesia masih disibukkan dengan berbagai kemelut yang terjadi di dalam negara Indonesia sendiri. Indonesia bukannya jalan di tempat, tetapi kenyataannya Vietnam berlari lebih cepat dengan segala persiapannya.

Aktivitas investasi di era pemerintahan Presiden Jokowi memang sudah berubah dan berbenah banyak terutama dalam birokrasi investasinya, tetapi ingat negara lain juga melakukan hal yang sama. Berbagai paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi nampaknya masih belum ‘seksi’ bagi para investor sehingga Vietnam masih menjadi pilihan pertama bagi para investor.

Agar mereka mau masuk ke Indonesia, perlu dipersiapkan iklim investasi yang sangat ramah kepada para investor, memangkas regulasi yang menghambat investasi, identifikasi perizinan yang tidak diperlukan serta rekomendasi berbagai pihak terkait dengan investasi.

Sejujurnya ada pola yang bisa digunakan. Bagaikan sebuah kunci. Kuncinya mudah, pengusaha butuh kepastian, kemudahan dan efisiensi. Cukup mudah bukan mewujudkannya?

Related posts