Solidaritas Warga Bekasi, Gelar Pasar Serba Rp 2.000 Bantu Tetangga yang Terdampak Pandemi

  • Whatsapp
banner 468x60

BEKASI, KOMPAS.com – Masa-masa sulit selama pandemi Covid-19 memacu setiap orang untuk gotong royong membantu sesamanya.

Read More

banner 300250

Seperti yang dilakukan oleh warga Perumahan Pondok Hijau Permai RT 002 RW 025, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Warga RT 002 gotong royong membuka pasar murah serba Rp 2.000 atau lebih dikenal dengan nama Pasar Noceng.

Pasar Noceng ini untuk semua warga, khususnya warga kurang mampu atau warga yang terdampak Covid-19.

Pasalnya pada masa pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang pendapatannya berkurang hingga kehilangan pekerjaan.

Apalagi tak semua warga miskin dan yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan sosial secara merata.

“Pasar ini adalah kegiatan kepedulian sosial mengingat banyak masyarakat yang terdampak Covid-19 ya. Kami juga mendengar ada keluhan belanja sayur dan bahan pokok susah di tengah pandemi,” ujar Koordinator Pasar Noceng, Teguh WS saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/10/2020).

Teguh mengatakan, Pasar Noceng itu dibentuk pada 20 Juni 2020. Awalnya, warga RT 002 ini gotong royong memberikan sayuran gratis untuk beberapa warga yang terdampak Covid-19 di lingkungan sekitar.

Program sayur gratis ini bermula diberi nama “Kagama Canthelan”. Pada awal munculnya pasar ini, hanya tujuh sayuran yang disiapkan di Kagaman Canthelan untuk warga yang membutuhkan.

Namun, karena banyaknya antusias warga yang mengantre hingga berebut sayuran gratis tersebut, akhirnya sayur yang disiapkan untuk warga secara gratis itu bertambah.

“Dari awalnya tujuh sayuran, jadi ada sembilan, terus 30 sayuran hingga berbagai bahan pokoknya disiapkan secara gratis. Nah ternyata banyak juga peminatnya dan selalu habis. Bahkan ada yang sampai tidak kebagian,” kata Teguh.

Karena antusias masyarakat yang makin tinggi dan berbondong-bondong datang mengantre sayuran gratis, akhirnya tim pasar murah berpikir bahwa tiap sayur dan bahan pokok mulai dijual dengan harga serba Rp 2.000 hingga Rp 5.000.

Nah, karena tak lagi gratis, akhirnya “Kagama Chantelan” berubah nama dengan nama Pasar Noceng pada 9 Juli 2020.

Pasar Noceng ini buka tiga hari sekali dalam sepekan mulai dari pukul 08.00 WIB.

“Jadi kita bukanya ganti-ganti, kalau tadi kayak hari Minggu buka, berarti kita buka lagi hari Rabu, lalu buka lagi Sabtu,” kata Teguh.

Sejak itu, sayur dan bahan pokok yang disediakan bertambah. Teguh mengatakan, lebih dari 30 jenis sayur segar atau bahan pokok yang terdiri dari 700 item barang yang dijual di pasar ini. Mulai dari sayur sop, brokoli, kangkung, bayam, minyak, telur, daging, dan lain-lainnya.

Meski saat ini tak lagi gratis, Teguh mengatakan warga tetap antusias mengantre membeli sayur dan bahan pokok di Pasar Noceng.

Ia mengatakan, agar semua warga kebagian membeli sayur dan bahan pokok itu, setiap pembeli hanya dibatasi membeli lima hingga tujuh macam barang.

Teguh mengatakan, setiap harinya ada 150 pembeli yang datang ke Pasar Noceng.

“Bahkan pernah sampai 350 orang pembelinya saat kami menggelar event khusus pasar murah di sebuah desa di Bekasi,” ujar Teguh.

Donatur mulai masuk

Seiring berjalannya waktu, Teguh mengatakan, banyak donatur yang melirik Pasar Noceng ini dan membantu menyubsidi warga agar membeli sayur dan bahan pokok.

Kini persediaan sayur segar dan bahan-bahan pokok yang disiapkan untuk masyarakat pun makin banyak.

Bahkan, belakangan ini Pasar Noceng membuat program subsidi minyak goreng dan tepung murah bagi para pedagang asongan atau pedagang kecil.

Pada program subsidi ini, pedagang akan mendapatkan minyak goreng berkualitas sebanyak 5 liter dengan harga Rp 38.000 hingga Rp 42.000 atau sekitar 2/3 dari harga pada umumnya.

“Subsidi minyak goreng murah ini diberikan setiap 6 hari sekali,” ucap dia.

Dengan adanya Pasar Noceng ini, Teguh berharap warga miskin di masa pandemi ini tetap akan terbantu dan tidak ada yang kelaparan.

“Selain itu kami juga berharap akan memperkecil modal dan meningkatkan margin keuntungan pedagang dengan minyak goreng murah,” tutur dia.

#Solidaritas #Warga #Bekasi #Gelar #Pasar #Serba #Bantu #Tetangga #yang #Terdampak #Pandemi

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts