Siswa, Ini Perjalanan Batik Jadi Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Bagi siswa sekolah yang sering memakai baju batik atau seragam batik, maka harus berbangga diri. Sebab, batik telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO.

Read More

banner 300250

Tapi, apakah siswa sudah paham perjalanan batik yang kemudian ditetapkan oleh UNESCO. Melansir akun Instagram Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Jumat (2/10/2020), seperti ini perjalanannya.

Berikut ini perjalanan batik hingga ditetapkan UNESCO:

1. Batik didaftarkan pemerintah ke UNESCO dan berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 4 September 2008.

2. Kemudian, 9 Januari 2009 UNESCO menerima pendaftaran tersebut secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup pada 11-14 Mei 2009 oleh UNESCO di Paris.

3. Batik dianggap memenuhi tiga dari lima domain berdasarkan Konvensi Internasional Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Manusia 2003.

4. Adapun tiga poin tersebut ialah:

  • Tradisi dan ekspresi lisan.
  • Kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat ritus dan perayaan-perayaan.
  • Kemahiran kerajinan tradisional.

5. Tepat pada 2 Oktober 2009, Batik dikukuhkan di ruang sidang UNESCO yang bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Batik dikukuhkan melalui sidang Intergovermental Committee for the Safeguard of the Intangible Culture Heritage sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia.

Batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ke-3, setelah keris dan wayang yang terlebih dahulu masuk ke dalam daftar ICH UNESCO.

Kemudian setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Untuk tahun  2020 ini adalah peringatan ke-11 Hari Batik Nasional.

Pada naskah yang disampaikan ke UNESCO, batik adalah teknik menghias kain yang mengandung:

  • nilai
  • makna
  • simbol-simbol budaya

Keterampilan ini diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi penanda peradaban bangsa Indonesia.

Disamping itu, batik sejatinya merupakan sebuah proses, memiliki nilai lebih dari selembar kain bermotif. Kain batik menjadi sarana manifestasi dari kesabaran, ketekunan, ketelitian serta falsafah hidup pembuat batik.

Batik yang dimaksud adalah kain yang digambar dengan menggunakan alat tradisional yang disebut canting atau cap tembaga untuk mempercepat proses pembuatannya.

#Siswa #Ini #Perjalanan #Batik #Jadi #Warisan #Budaya #Takbenda #oleh #UNESCO #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts