Selama PSBB, 25 Kantor di Jakpus yang Melanggar Ditutup Sementara Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudin Nakertrans) Kota Jakarta Pusat menutup sementara 25 kantor selama hampir tiga minggu masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Read More

banner 300250

Selama 19 hari masa pengetatan, Sudin Nakertrans Jakpus melakukan inspeksi mendadak ke 99 perusahaan.

Adapun rinciannya adalah, selama September 2020, tercatat sebanyak 24 kantor dari 93 perusahaan yang disidak, telah ditutup sementara. 

Pada awal Oktober, Kasie Pengawasan Sudin Nakertrans Jakarta Pusat Kartika Lubis menyatakan, pihaknya telah menginspeksi enam perusahaan.

Lalu sepanjang awal bulan ini, pihaknya telah menutup satu perusahaan.

Sementara itu, Kasudin Nakertrans Jakarta Pusat Fidiyah Rokhim menuturkan, penutupan tersebut untuk menegakkan aturan selama pelaksanaan PSBB pengetatan.

“Yang demikian saya enggak segan-segan untuk langsung menutup dan sudah dilakukan di PSBB pengetatan ini,” kata Fidiyah kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Fidiyah mengatakan, selama masa PSBB berlangsung, pihaknya akan terus melakukan sidak, terutama di perkantoran.

Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi di wilayah kerjanya.

Setelah mendapatkan laporan, dia berjanji akan langsung melakukan sidak dan tak segan-segan menutup kantor yang nekat melanggar aturan.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di DKI Jakarta bertambah menjadi 1.098 kasus per Jumat.

Sebanyak 119 kasus dari total penambahan kasus hari ini merupakan akumulasi data 29 dan 30 September yang baru dilaporkan.

Dengan demikian, jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di Ibu Kota sejak Maret adalah 76.619 orang.

Sebanyak 62.279 orang dari total keseluruhan pasien Covid-19 telah dinyatakan sembuh, dengan tingkat kesembuhan mencapai 81,3 persen.

Sementara itu, 1.740 pasien Covid-19 di Jakarta dilaporkan meninggal dunia. Adapun untuk kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota, saat ini tercatat 12.600 orang.

Guna mengurangi kasus Covid-19, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memberlakukan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) pengetatan selama dua pekan, terhitung sejak 28 September hingga 11 Oktober 2020.

PSBB yang diperketat, awalnya diberlakukan selama dua minggu mulai 14 September hingga 27 September 2020.

PSBB kemudian diperpanjang karena angka kasus positif Covid-19 berpotensi meningkat, jika PSBB dilonggarkan.

Selama masa ini, warga di Ibu Kota diimbau untuk tetap beraktivitas di rumah serta membatasi kegiatan jika PSBB dilonggarkan.

Sementara karyawan perkantoran yang diperbolehkan bekerja di kantor dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal.

#Selama #PSBB #Kantor #Jakpus #yang #Melanggar #Ditutup #Sementara #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts