Saat Sri Mulyani Mengaku Pernah Dapat Rapor Merah Kala Sekolah…

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu baru saja mendapatkan penghargaan menteri keuangan terbaik di kawasan Asia Pasifik dari majalah Global Markets.

Read More

banner 300250

Penghargaan tersebut dia dapatkan dua kali, yakni tahun 2018 dan 2020.

Selain itu, Sri Mulyani juga beberapa kali menduduki posisi penting, tak hanya di Indonesia namun juga lembaga internasional. Sebelum kembali menduduki kursi menteri keuangan, Sri Mulyani sempat menjadi seorang direktur pelaksana di Bank Dunia.

Namun, siapa sangka dia pernah mendapatkan nilai merah atau di bawah rata-rata kala sekolah dulu.

“Saya pernah mendapatkan nilai merah. Dan di keluarga saya, kakak saya juara kelas, adik saya juara kelas. Terus tiba-tiba saya dapat nilai merah,” ujarnya dalam acara cerita di Kemenkeu Mengajar secara virtual, Jakarta, Senin (26/10/2020).

Sri Mulyani mengaku dilahirkan dalam keluarga dengan kelebihan yang mungkin tidak dinikmati keluarga lain. Yakni, latar belakang orang tuanya yang kental dengan pendidikan.

Kedua orang tuanya yang berprofesi dosen itu memiliki pola didik yang berbeda dengan orang tua lain.

Kala dirinya mendapat nilai merah, justru tetap suportif dan tidak memarahi dirinya karena telah mendapatkan nilai yang jeblok.

“Oh ini bagus rapot kamu seperti ada lipstiknya. Jadi saya punya nilai merah bukan dimarah-marahi, kenapa kamu punya nilai merah. Apalagi gurunya adalah ternyata temannya ibu saya,” ujar Sri Mulyani.

“Jadi mereka (orang tuanya) tidak pernah menganggap itu suatu skandal. Jadi orang tua saya tahu bagaimana meningkatkan rasa percaya diri anaknya. Sehingga mereka tidak easily down,” kata dia.

Belajar dari orang tuanya, Sri Mulyani menilai menjadi orang tua bisa diumpamakan seperti menjadi pemilik kebun atau garderner. Karena setiap anak memiliki keunikannya tersendiri, mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan cara mereka sendiri. Dan lingkungan membentuk anak-anak untuk bisa menjadi apapun yang mereka inginkan.

“Parenting seperti garderner. Jangan sampai anak anda sebetulnya cantik seperti bunga anggrek, tapi dipaksa untuk menjadi bunga mawar. Saya menjadi orang tua, saya tidak mengajar-ajari anak saya jadi apa. Kalau mereka tanya, bisa tanya saya atau ke orang lain juga,” kata Sri Mulyani menutup ceritanya.

#Saat #Sri #Mulyani #Mengaku #Pernah #Dapat #Rapor #Merah #Kala #Sekolah

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts