Review Game “Genshin Impact”, Bukan untuk Pemain yang Mudah Bosan

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Pengembang game asal China, Mihoyo resmi merilis game role-playing (RPG) teranyarnya, Genshin Impact, akhir September lalu.

Read More

banner 300250

Game tersebut langsung diserbu oleh para gamers lantaran kualitas grafisnya yang tinggi dan ketersediaannya di berbagai platform (Android, iOS, PS4, dan PC).

Lantas, sebagus apa sebenarnya tampilan grafis Genshin Impact? Bagaimana mekanisme bermain game tersebut? Apa saja fitur unggulannya?

KompasTekno pun mencoba game Genshin Impact versi Android.

Perlu dicatat, kami memainkan game tersebut selama kurang lebih 5 jam. Adapun ponsel yang kami gunakan adalah Black Shark 3, dengan pengaturan grafis tertinggi alias “rata kanan”.

Kualitas grafis ciamik

Saat masuk ke dalam dunia game yang dijuluki “Teyvat”, kami disuguhi dengan pemandangan laut, tebing dan perbukitan, serta padang rumput yang luas.

Pemandangan ini memiliki kualitas grafis yang memanjakan mata dan seakan memainkan game kualitas sekelas konsol, membuat kami penasaran apa sebenarnya rintangan dan misi yang bakal kami hadapi.

Kami lantas dipertemukan dengan karakter mungil lucu yang bersayap. Ialah Paimon, karakter yang tidak bisa dimainkan (non-playable character/NPC) yang ternyata memiliki tugas untuk memandu pemain sepanjang permainan.

Paimon kemudian menjelaskan sekilas tentang dunia Teyvat, serta mekanisme pertarungan (battle system). Ia lantas menuntut kami ke kota terdekat untuk melanjutkan permainan ke tingkat yang lebih dalam.

KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi gameplay Genshin Impact.

Jalan cerita di dalam game tergolong panjang. Apalagi, Teyvat merupakan sebuah kawasan terbuka alias open-world yang mengharuskan pemainnya mengeksplorasi berbagai tempat.

Sehingga, game ini mungkin tidak cocok bagi Anda yang cepat bosan. Namun, untuk mempermudah eksplorasi di peta (map) yang luas, game ini dibekali dengan fungsi teleport.

Hanya saja, titik teleport (waypoint) harus dikunjungi terlebih dahulu sebelum bisa dikunjungi oleh pemain dengan instan.

Kontrol perlu adaptasi

Mekanisme pertarungan dalam game ini membutuhkan kontrol yang mengharuskan pemain untuk beradaptasi.

Sebab, pemain harus pemain harus gesit dalam menekan beragam tombol command dan skill yang tersedia untuk membasmi musuh.

Adapun tombol command bisa digunakan pemain untuk menghindar, membidik, mengejar, menyerang musuh, dan lain sebagainya.

Tata letak (layout) kontrolnya sendiri sebenarnya mirip game multiplayer online battle arena (MOBA) semacam Mobile Legends, namun tombolnya lebih banyak dan memiliki fungsi beragam. Ilustrasi layout kontrol bisa dilihat di gambar berikut.

Ilustrasi kontrol ketika pemain menghadapi beragam monster dan membasminya.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi kontrol ketika pemain menghadapi beragam monster dan membasminya.

Satu hal yang perlu diingat, Genshin Impact tidak menawarkan fitur auto battle. Dengan kata lain, pemain harus terus mengontrol karakternya dengan cara mengarahkan tombol navigasi joystick setiap saat.

Soal battle system, pertarungan di Genshin Impact juga tergolong cukup kompleks lantaran pemain bisa memanfaatkan tujuh elemen untuk membasmi musuh.

Ketujuh elemen tersebut adalah Cryo (es), Dendro (alam), Pyro (api), Hydro (air), Anemo (angin), Electro (listrik), dan Geo (tanah).

Elemen-elemen ini memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing terhadap elemen lainnya.

Misalnya, pemain bisa menggunakan elemen Pyro untuk memberikan damage lebih besar kepada musuh yang berelemen Cryo/Hydro.

Bisa memanjat, terbang, berenang, dan memasak

Selain bisa membasmi musuh dengan strategi kontrol dan elemen yang beragam, Genshin Impact juga menawarkan beragam kegiatan yang bervariasi.

Pengguna bisa memanjat tebing yang menjadi hambatan ketika bereksplorasi, terjun dari sebuah bukit tinggi menggunakan sayap, serta berenang di sungai, danau, atau laut guna melintasi tujuan yang berada di seberang.

Perlu dicatat, memanjat dan berenang membutuhkan stamina dan apabila habis, maka pemain bakal jatuh atau tenggelam.

Ilustrasi berenang di Genshin Impact.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi berenang di Genshin Impact.

Ketika jatuh, pemain tidak akan kehilangan “darah” atau hit points (HP). Namun, berenang bakal mengurangi HP pemain jika mereka kehabisan stamina di tengah air.

Selain tiga kegiatan esensial ini, pemain juga disuguhkan dengan elemen memasak (cooking). Sepanjang permainan, pemain bisa mengumpulkan bahan-bahan masakan dan menjadikannya makanan yang berguna untuk meningkatkan kemampuan, status, atau HP mereka.

FItur cooking di Genshin Impact.KOMPAS.com/Bill Clinten FItur cooking di Genshin Impact.

Untuk memasak, pemain bisa menghampiri sebuah tungku yang tersebar di map. Sebelum melakukan hal tersebut, tungku ini harus disulut terlebih dahulu dengan skill karakter berelemen api (Pyro).

Bisa ganti karakter

Terkait karakter, Genshin Impact menghadirkan sekitar 24 karakter yang bisa kita mainkan (playable). Puluhan karakter ini berbeda satu sama lain dan memiliki keunikan tersendiri.

Misalnya, karakter utama yang kita mainkan di awal memiliki kemampuan dengan elemen angin (Anemo) dengan senjata pedang (sword). Sedangkan, karakter kedua yang bakal ditemui memiliki elemen api (Pyro) dan bersenjata busur.

Sejumlah karakter Genshin Impact yang memiliki beragam elemen.KOMPAS.com/Bill Clinten Sejumlah karakter Genshin Impact yang memiliki beragam elemen.

Seluruh karakter Genshin Impact sendiri bisa ditingkatkan kemampuan dan levelnya, sehingga bisa membantu pemain untuk mengalahkan musuh yang kuat.

Selain itu, karakter-karakter ini juga bisa dikombinasikan di dalam satu tim, dengan masing-masing tim berjumlah empat karakter. 

Pemain pun bisa dengan mudah gonta-ganti karakter dengan hanya menyentuh ikon nama “karakter” yang ada di bagian kanan tampilan antarmuka game (head-up display/HUD).

Untuk mendapatkan karakter baru, pemain bisa mengikuti jalannya cerita dan merekrut NPC yang nantinya bakal bergabung ke tim kita.

Ilustrasi tampilan gacha di Genshin Impact.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi tampilan gacha di Genshin Impact.

Pemain juga bisa mendapatkan karakter melalui sistem gambling, alias gacha, sebagamana tampak pada ilustrasi gambar di atas. 

Namun, gacha sejatinya membutuhkan uang apabila pemain tidak memiliki banyak kurs di dalam game, yakni Primogems atau Genesis Crystal.

Cross Platform (crossplay)

Game Genshin Impact sebenarnya mendukung crossplay. Artinya pemain di Android, iOS, maupun konsol bisa saling bertemu dalam satu arena.

Namun, selama 5 jam memainkan game ini, KompasTekno belum menemukan fitur tersebut. Tampaknya fitur ini baru bisa diakses jika telah melewati level tertentu.

Menu berbahasa Indonesia

Terlepas dari gacha, Genshin Impact menawarkan satu fitur yang kemungkinan sangat berguna bagi pengguna asal Tanah Air, yakni kehadiran menu dan subtitle berbahasa Indonesia.

Ilustrasi tampilan dan menu berbahasa Indonesia.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi tampilan dan menu berbahasa Indonesia.

Dengan demikian, pemain lokal akan lebih mudah memahami alur cerita yang ditawarkan game tersebut.

Meski demikian, suara karakter dan lain sebagainya hanya bisa didengar dalam bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea, tidak bisa bahasa Indonesia.

Adapun tampilan menu dan subtitle bahasa Indonesia bisa diatur di menu pengaturan, tepatnya di menu “Settings” > “Language”. Tampilan penggantian bahasa sendiri bisa dilihat di gambar berikut. 

Ilustrasi menu pengaturan yang menampilkan pilihan Bahasa Indonesia.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi menu pengaturan yang menampilkan pilihan Bahasa Indonesia.

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah ingin main game baru yang dibekali dengan kualitas grafis mumpuni ini?

Bagi Anda yang tertarik, Genshin Impact bisa diunduh di tautan berikut untuk versi Android.

Pengguna perangkat iOS juga bisa mengunduh game tersebut di tautan berikut, sementara untuk versi PC dan PS4 bisa didapatkan di tautan berikut.

Adapun spesifikasi perangkat yang bisa memainkan game ini bisa disimak di artikel .

#Review #Game #Genshin #Impact #Bukan #untuk #Pemain #yang #Mudah #Bosan

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts