Rakyat dan Politisi Malaysia Ramai-ramai Puji Raja Al-Sultan Abdullah

  • Whatsapp
banner 468x60

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Politisi dan rakyat Malaysia bereaksi cepat memuji keputusan Raja Al-Sultan Abdullah untuk tidak mengumumkan keadaan darurat pada Minggu (25/10/2020), dengan tagar #Daulat Tuanku, atau hidup Raja, yang menjadi trending di Twitter menyusul proklamasi kerajaan.

Read More

banner 300250

Veteran dan anggota parlemen dari Partai Aksi Demokratik Lim Kit Siang mengatakan keputusan itu menunjukkan bahwa “monarki konstitusional terbukti menjadi benteng penting demokrasi parlementer di Malaysia”.

” Warga Malaysia dari semua lapisan masyarakat berterima kasih kepada Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, karena memutuskan untuk tidak mengumumkan keadaan darurat setelah pertemuan khusus dengan Penguasa Melayu hari ini,” kata Lim dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari The Strait Times pada Senin (26/10/2020).

Lim meminta semua warga Malaysia, terutama anggota parlemen, untuk bersatu untuk melawan gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Mantan menteri DAP Yeo Bee Yin mengunggah pernyataan di Twitter, “Sekarang apa? Fokus pada memerangi Covid-19, fokus pada pembangunan ekonomi, dapatkan Perjanjian Keyakinan dan Pasokan kerja.”

Pernyataan Yeo merujuk pada tawaran sebelumnya oleh beberapa politisi oposisi untuk mencapai kesepakatan lintas partai dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, dalam apa yang dikenal sebagai pakta “kepercayaan dan pasokan”.

Dalam pakta tersebut, sebuah partai atau sekelompok anggota parlemen setuju untuk mendukung pemerintah pada mosi kepercayaan atau tagihan persediaan, dalam pertukaran untuk reformasi.

Wakil ketua DAP dan mantan menteri M. Kulasegaran mengunggah di Twitter, “Daulat Tuanku. Terima kasih karena selalu menjadi Raja dan melakukan yang terbaik untuk bangsa. Keputusan yang melegakan semua orang Malaysia. Mari kita kesampingkan politik dan bekerja untuk mengekang penyebaran #Covid-19 dan fokus pada pembangunan bangsa.”

Pendiri partai muda Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang sebelumnya mendukung gagasan kesepakatan lintas partai, meminta semua politisi untuk berhenti berpolitik.

“Saya berharap perdana menteri akan memanggil semua pemimpin politik untuk menemukan titik temu guna memastikan stabilitas negara,” katanya seperti dikutip oleh harian berbahasa Melayu Berita Harian.

Wakil Presiden Umno Khaled Nordin mengatakan keputusan itu menunjukkan bahwa Konstitusi Federal tidak boleh digunakan secara sembarangan.

“Raja serta Penguasa Melayu telah membuat keputusan bijak untuk tidak mengumumkan keadaan darurat dan benar-benar mempertimbangkan kepentingan rakyat,” kata Khaled seperti yang dikutip oleh The Star Daily.

“Faktanya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Konstitusi Federal tidak boleh digunakan secara sembarangan. Biarlah hal ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tambahnya.

Proposal jangka pendek oleh Tan Sri Muhyiddin dan pemerintahan Perikatan Nasionalnya untuk mengumumkan keadaan darurat dan kemungkinan menangguhkan Parlemen datang menjelang pengajuan Anggaran tahun depan pada 6 November.

Penangguhan tersebut terancam gagal dengan munculnya klaim oleh pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, bahwa ia telah merebut dukungan mayoritas di Parlemen dari perdana menteri.

Kepala informasi Umno Shahril Hamdan mendesak semua politisi untuk membantu meloloskan Anggaran tahun depan untuk mendukung sistem perawatan kesehatan dalam perang melawan Covid-19.

“Saya berharap para politisi fokus sepenuhnya pada anggaran negara tahun depan. Utamakan rakyat. Itu tanggung jawab utama sebagai pemimpin,” ucap Shahril.

Para netizen juga memuji keputusan Raja Abdullah dan para pemimpin Melayu tersebut.

Pengguna Twitter bernama Pravin Snow mencuit, “Terima kasih YDP Agong yang terkasih! Kami senang, Rakyat memiliki Anda sebagai perisai pertahanan kami ketika yang lain gagal melindungi kami. Daulat Tuanku!”

Pengguna lain, Saladin, menulis di Twitter, “Kita harus memuji ‘Penguasa’ kita untuk kebijaksanaan mereka yang independen dari politik karena mereka tahu kadang-kadang ‘Politisi’ kita menggunakan mereka untuk melanarkan ‘Agenda’ mereka! DAULAT TUANKU!”

Namun, ada beberapa kekhawatiran bahwa gelombang baru infeksi Covid-19 dapat meningkat dengan pemilihan yang akan datang di Sabah, negara bagian yang saat ini menanggung beban pandemi virus corona setelah pemilihan seluruh negara bagian pada September.

Mantan PM Najib Razak menyarankan agar Partai Warisan petahana diizinkan mengambil kursi parlemen Batu Sapi tanpa perlawanan, untuk mencegah virus menyebar selama kampanye.

Kursi Batu Sapi kosong setelah kematian mantan menteri hukum Liew Vui Keong pada September. Pemungutan suara berlangsung pada 5 Desember.

#Rakyat #dan #Politisi #Malaysia #Ramairamai #Puji #Raja #AlSultan #Abdullah

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts