Punya Radang Usus Buntu, Apakah Harus Operasi? Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Banyak orang mengalami gangguan usus buntu. Ironisnya, penyakit satu ini masih sering diabaikan dan dianggap remeh.

Read More

banner 300250

Padahal, banyak kasus menunjukkan bahwa usus buntu bisa mengakibatkan kematian, terutama jika usus buntu pecah di dalam perut.

Kondisi usus buntu yang pecah adalah situasi yang mengancam jiwa. Memang keadaan tersebut jarang terjadi dalam 24 jam pertama gejala, tetapi risikonya akan meningkat setelah 48 jam timbulnya gejala.

Sehingga harus langsung melakukan pengobatan untuk radang usus buntu, karena bisa pecah dan melepaskan bakteri berbahaya ke perut.

Dilansir Healthline, infeksi yang diakibatkannya disebut peritonitis. Ini adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera.

Maka dari itu disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter, mereka akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan tentang apa yang dirasakan.

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan tes tertentu, hal ini dapat membantu mereka menentukan apakah Anda menderita apendisitis atau radang usus buntu. Ini mungkin termasuk:

  • Tes darah untuk mencari tanda-tanda infeksi
  • Tes urine untuk memeriksa tanda-tanda ISK atau batu ginjal
  • USG perut atau CT scan untuk melihat apakah apendiks meradang

Jika dokter melihat hasil dan mendiagnosis Anda mengalami radang usus buntu, dokter akan memutuskan apakah perlu pembedahan segera atau tidak.

Biasanya dokter akan memberikan antibiotik sebelum operasi. Karena obat-obatan akan membantu mencegah infeksi berkembang setelah operasi.

Dokter bedah kemudian akan melakukan operasi untuk mengangkat usus buntu yang dikenal sebagai apendektomi.

Dokter bedah bisa melakukan operasi usus buntu terbuka atau usus buntu laparoskopi. Hal ini tentu tergantung pada tingkat keparahan apendisitis.

Penanganan radang usus buntu

1. Operasi Usus Buntu Terbuka

Selama operasi usus buntu terbuka, ahli bedah akan membuat satu sayatan di sisi kanan bawah perut. Mereka mengangkat usus buntu dan menutup luka dengan jahitan.

SHUTTERSTOCK/skvalval Ilustrasi penanganan usus buntu dilakukan melalui operasi.

Prosedur ini memungkinkan dokter untuk membersihkan rongga perut jika usus buntu telah pecah atau jika mengalami abses.

2. Apendektomi laparoskopi

Selama operasi usus buntu laparoskopi, ahli bedah Anda akan membuat beberapa sayatan kecil di perut.

Mereka kemudian akan memasukkan laparoskop ke dalam sayatan. Laparoskop adalah tabung panjang dan tipis dengan lampu dan kamera di bagian depan.

Kamera akan menampilkan gambar di layar, memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam perut dan mencari letak usus buntu.

Saat menemukan usus buntu, mereka akan mengikatnya dengan jahitan dan melepaskannya. Mereka kemudian akan membersihkan, menutup, dan membalut sayatan kecil.

Setelah operasi

Setelah operasi, dokter mungkin meminta Anda tinggal di rumah sakit sampai rasa sakit terkendali dan dapat mengonsumsi cairan.

Jika Anda mengalami abses atau jika terjadi komplikasi, dokter mungkin akan menyarankan untuk tetap minum antibiotik selama satu atau dua hari.

Penting untuk diingat bahwa meskipun masalah mungkin saja muncul, kebanyakan orang melakukan pemulihan penuh tanpa komplikasi.

#Punya #Radang #Usus #Buntu #Apakah #Harus #Operasi #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts