Penutupan FLS2N 2020, Nadiem: Meningkatkan Optimisme dan Energi Positif lewat Seni Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Dalam penutupan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional ( FLS2N) 2020, Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan pendidikan seni diyakini mampu membangun energi positif dan rasa optimis, khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Read More

banner 300250

“Saya meyakini, seni dapat membangun energi yang positif dan rasa bahagia sehingga kita lebih optimis melewati rintangan. Nilai-nilai dari kesenian dapat membentuk karakter yang positif karena proses berkarya mengajari kita banyak hal,” ujar Nadiem dalam penutupan FLS2N, Sabtu, 3 Oktober 2020 di Bandung, Jawa Barat.

Sebanyak 19.032 siswa pada seleksi di tingkat daerah dan terpilih 1.388 siswa terbaik yang berlomba di tingkat nasional. Dari 1381 peserta lomba tingkat nasional telah terpilih 131 terbaik untuk semua jenjang dan semua bidang untuk berbagai kategori.

Provinsi Jawa Tengah meraih juara umum pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2020 yang digelar secara dalam jaringan (daring).

Provinsi tersebut berhasil merebut tujuh emas, tiga perak dan lima perunggu. Posisi kedua diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan enam medali emas dan tiga perak serta posisi ketiga ditempati Provinsi D.I Yogyakarta dengan raihan enam medali emas, dua perak dan tiga perunggu dari ajang perlombaan di jenjang pendidikan dasar hingga menengah itu.

Menolak untuk menyerah

“Kemenangan kalian adalah prestasi kita semua. Menjaga semangat dan optimisme di masa pandemi ini memang tidak mudah. Tapi para pemenang telah menunjukkan bahwa pandemi tidak menghalangi inovasi, meskipun banyak keterbatasan tapi tetap bisa berkarya dan berekspresi,” ucap Nadiem.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional ( Puspresnas) Asep Sukmayadi. 

“Covid-19 ternyata juga memberikan pelajaran dan hikmah adaptasi, mampu melejitkan potensi-potensi ‘intan-permata’ talenta yang lebih berkilau, kaya dan merata, sebagaimana tema FLS2N kita tahun ini, Melejitkan Talenta dan Prestasi di Bidang Seni pada Masa Pandemi dengan semangat Menolak Menyerah, Tetap Berprestasi Dari Rumah Karena Jujur Itu Juara,” ujar Asep.

Dalam kesempatan sama, Sekjen Kemendikbud, Ainun Na’im menuturkan festival ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menggali, menumbuhkan dan mengembangkan talenta untuk membangun SDM di Indonesia.

“Kita tidak berhenti pada upaya menggali. Dengan berbagai cara termasuk dengan festival ini, mungkin juga harus mengembangkan lebih lanjut sehingga potensi yang ada bisa diaktualisasikan dalam pembangunan SDM,” ungkap Ainun.

Mendikbud Nadiem dalam penutupan FLS2N meminta seluruh siswa berbangga hati atas proses yang telah dijalani. “Pada hari ini kita berbangga, adik-adik telah mengambil hikmah pada proses ini,” ujarnya.

“Pada hari ini juga kita berbangga, generasi di bidang seni telah lahir. Adik-adik belajar bagaimana menampilkan karya seni yang dapat dinikmati secara virtual tentu tidaklah mudah karena nalar kritis dan kreatifitas adik-adik ditantang agar lebih hebat lagi. Karakter seperti itulah yang akan menjadi modal di masa depan,” tambahnya Mendikbud.

Kembangkan talenta hebat Indonesia

DOK. KEMENDIKBUD Mendikbud Nadiem Makarim dalam acara penutupan (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) FLS2N 2020, Sabtu, 3 Oktober 2020 di Bandung, Jawa Barat.

FLS2N merupakan perhelatan tahunan yang menampilkan kompetensi siswa di bidang seni pertunjukkan dan seni penciptaan.

Peserta berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Pendidikan Khusus serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

Untuk pertama kalinya, FLS2N 2020 diselenggarakan secara virtual dimulai dari seleksi tingkat daerah hingga ke tingkat nasional.

Meski rangkaian kegiatan FLS2N 2020 dilaksanakan secara daring, tak berkurang semangat para peserta dari semua jenjang dalam mengikuti berbagai bidang yang dilombakan yaitu baca puisi, gitar solo, monolog, musik tradisi daerah, pantomim, tari kreasi, vokal solo, desain poster, film pendek, gambar bercerita, kriya, komik digital, melukis, dan MTQ.

Pada tahun ini, sebaran prestasi lebih merata hampir di seluruh provinsi, termasuk keikutsertaan anak-anak berkebutuhan khusus dan peserta didik pada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

FLS2N yang berlangsung dari 28 September sampai 4 Oktober 2020 tidak hanya diisi dengan lomba melainkan dimeriahkan juga dengan bincang kreatif, workshop, pameran virtual dan konser virtual.

“Alhamdulillah anak-anak Indonesia begitu antusias mengikuti seluruh acara tahun ini. Pengalaman baru, berprestasi dengan cara-cara yang baru memberikan keasikan dan keunikan sendiri dan akan menjadi bekal berharga untuk mengembangkan talenta Indonesia lebih hebat lagi di tahun yang akan datang,” ucap Asep Sukmayadi.

 

#Penutupan #FLS2N #Nadiem #Meningkatkan #Optimisme #dan #Energi #Positif #lewat #Seni #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts