Pengalaman Memakai Fitur-fitur Ponsel Game Black Shark 3, Sebagus Apa? Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Black Shark resmi memboyong ponsel gaming generasi terbarunya, Black Shark 3, ke Indonesia beberapa waktu lalu. Di Indonesia, ponsel tersebut dijual dengan harga Rp 10 juta untuk varian 8 GB/128 GB dan Rp 12 juta untuk varian 12 GB/256 GB.

Read More

banner 300250

Suksesor Black Shark 2 ini dibekali dengan sederet fitur anyar yang diklaim bisa meningkatkan pengalaman bermain game.

Apa saja? Apakah fitur-fitur tersebut berfungsi sebagaimana mestinya? KompasTekno pun menjajal Black Shark 3 selama beberapa pekan untuk mencari tahu jawabannya. Simak ulasannya berikut ini.

Teknologi layar canggih

Fitur Black Shark 3 paling wahid terletak di layarnya. Layar bermateri AMOLED dan berukuran 6,67 inci ini dibekali dengan refresh rate 90 Hz, touch response rate 270 Hz, serta diklaim bisa menerima respons sentuhan gesit hanya dalam waktu 24ms.

Secara garis besar, KompasTekno tidak merasakan adanya kendala di layar. Respon sentuhan layar terhadap game yang dimainkan juga terasa lebih cepat dibanding smartphone pada umumnya.

Selain waktu respons, layar tersebut juga telah mengadopsi teknologi Motion Estimation, Motion Compensation (MEMC).

KOMPAS.com/Bill Clinten Black Shark 3 memainkan konten Netflix dengan bantuan fitur MEMC.

Teknologi ini memungkinkan konten video yang ditampilkan bakal berjalan lebih mulus dengan teknik penambahan frame rate (fps).

KompasTekno menjajal fitur ini ketika menonton sebuah film di platform Netflix. Benar saja, film tampak berjalan lebih mulus dan terasa seperti diputar dalam mode 60 fps.

Shark Space bikin main game bebas gangguan

Masuk ke fitur gaming yang lebih spesifik ada Shark Space 3.0. Fitur ini sejatinya sudah terpasang di seluruh ponsel gaming besutan Black Shark.

Fungsi utamanya adalah untuk mencegah beragam hal yang bisa mengganggu pengalaman bermain game, seperti panggilan telepon, SMS, WhatsApp, dan beragam notifikasi dari aplikasi lainnya.

Fitur Shark Space sendiri hanya bisa diaktifkan dengan cara menggeser sebuah toggle yang terletak di bingkai bagian kiri bawah ponsel ke atas.

Toggle Shark Space 3.0 yang mejeng di bingkai kanan bawah Black Shark 3. Toggle ini bisa digeser ke atas atau ke bawah.KOMPAS.com/Bill Clinten Toggle Shark Space 3.0 yang mejeng di bingkai kanan bawah Black Shark 3. Toggle ini bisa digeser ke atas atau ke bawah.

Setelah menggesernya, pengguna bakal disodori dengan tampilan Shark Space 3.0. Di dalamnya, pengguna bisa mengubah sejumlah pengaturan yang terangkum di dalam menu Gamer Studio.

Di antaranya seperti pengaturan kecepatan layar, sensitivitas layar terhadap sentuhan, performa, dan lain sebagainya.

Pada pengaturan tersebut, pengguna juga bisa “memaksa” hardware ponsel untuk berjalan dengan performa tertinggi agar mereka bisa mendapatkan pengalaman bermain game yang maksimal. Mode ini disebut dengan “Ludicrous Mode”.

Ludicrous Mode di Black Shark 3 yang bisa diaktifkan untuk memaksimalkan performa ponsel.KOMPAS.com/Bill Clinten Ludicrous Mode di Black Shark 3 yang bisa diaktifkan untuk memaksimalkan performa ponsel.

Namun, ponsel bakal cepat panas jika dimainkan dalam mode ini dalam waktu yang cukup lama. Di samping itu, fitur Shark Space juga memungkinkan ponsel membersihkan RAM dari beragam aplikasi background yang tidak diperlukan.

Pembersihan ini akan dilakukan secara otomatis sesaat sebelum pengguna meluncurkan aneka game yang ingin dimainkan.

Perlu dicatat, pengguna tidak bisa pergi ke menu home screen pada saat fitur Shark Space aktif. Artinya, untuk bisa kembali membuka aplikasi lain (yang bukan game) dengan normal, maka toggle tadi harus digeser lagi ke bawah.

KompasTekno sendiri tidak merasakan adanya kendala ketika menggunakan fitur Shark Space. Kami menyarankan pengguna untuk mengaktifkan fitur ini ketika bermain game demi mendapatkan pengalaman bermain maksimal.

Asisten untuk merekam momen dalam game

Apabila tak ingin repot-repot menggeser toggle demi mengakses Shark Space, pengguna bisa memanfaatkan fitur lainnya yang lebih praktis, yakni Game Assistant.

Fitur ini bisa diakses dengan mengusap (swipe) bagian pojok kanan/kiri atas layar ke tengah layar pada saat bermain game. Apabila berhasil, pengguna lantas bakal disuguhi dengan tampilan Game Assistant.

Ilustrasi fitur Game Assistant yang bisa dimunculkan dengan mengusap ujung atas layar ke tengah.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi fitur Game Assistant yang bisa dimunculkan dengan mengusap ujung atas layar ke tengah.

Sama seperti Shark Space, Game Assistant juga bisa memblokir seluruh telepon, SMS, serta notifikasi yang masuk.

Fitur ini juga bisa membuka jendela pop-up berupa peramban, apabila pemain tidak ingin meninggalkan permainan, serta Shark Time yang bisa dipakai untuk merekam momen-momen di dalam game dalam sebuah video pendek durasi 15-30 detik.

Di tampilan bawah Game Assistant, terdapat dua menu bernama “Device” dan “Game Config”.

Menu Device bisa digunakan untuk menghubungkan beragam aksesori gaming Black Shark, sedangkan Game Config berfungsi untuk menampilkan pengaturan Gamer Studio yang bisa juga diakses dari Shark Space.

Tampilan menu pengaturan Game Config di Game Assistant.KOMPAS.com/Bill Clinten Tampilan menu pengaturan Game Config di Game Assistant.

Ada pula menu MasterControl yang berfungsi untuk mengaktifkan fitur Master Touch 3.0. Fitur ini bisa menyulap dua titik di layar (kiri dan kanan) menjadi tombol trigger fisik melalui layar yang bisa “dipencet”.

Sensasi pencetan layar ini bakal berupa feedback getaran halus yang dihasilkan oleh motor vibrator di dalam layar.

Pengalaman KompasTekno, fitur ini terbilang berguna untuk game yang memang membutuhkan tombol trigger ekstra.

Misalnya, tombol Master Touch bisa digunakan untuk perintah menembak di aneka game battle royale seperti PUBG Mobile dan Fortnite. Tombol tersebut juga bisa dipakai untuk mengaktifkan skill di game MOBA semacam Mobile Legends.

Meski mudah diakses tanpa menggeser toggle, fitur Game Assistant ini terasa kurang efektif untuk gamer ekstrim. Sebab, pengguna bisa memencet tombol home secara tidak sengaja dan bakal “ditendang” ke tampilan home screen.

Mesin ngebut tapi tetap adem

Menyinggung sedikit soal hardware, Black Shark 3 ditenagai dengan chip kelas atas bikinan Qualcomm, yakni Snapdragon 865, dengan RAM LPDDR5 hingga 12 GB dan memori internal UFS 3.0 hingga 256 GB.

Dengan spesifikasi hardware demikian, seluruh game “berat” yang KompasTekno pasang di ponsel ini bisa dijalankan dengan lancar tanpa hambatan.

Ketika bermain game dengan durasi yang cukup lama tanpa mode Ludicrous, suhu bodi ponsel ini juga tak terlampau panas.

Sebab, sistem pendinginnya mengusung mekanisme “sandwich”, dengan lempengan berlapis dan pipa berisi cairan pendingin yang berfungsi untuk menyebarkan titik panas secara merata ke seluruh bagian ponsel.

Black Shark 3 ditempeli dengan aksesori Black Shark Funcooler Pro.KOMPAS.com/Bill Clinten Black Shark 3 ditempeli dengan aksesori Black Shark Funcooler Pro.

Seperti dikatakan tadi, mode Ludicrous sendiri bisa meningkatkan performa gaming secara keseluruhan, namun suhu ponsel bakal meningkat secara signifikan.

Sebagai solusinya, pengguna bisa bermain game di ruangan dengan suhu yang dingin, atau memasang aksesori Black Shark Funcooler Pro yang diklaim bisa menurunkan suhu ponsel hingga 14 derajat Celcius. 

Untuk penopang dayanya, Black Shark 3 dibekali dengan baterai berkapasitas 4.720 mAh yang mendukung pengisian cepat melalui kabel USB Type-C hingga 65 watt. Uniknya, ada modul magnetic charging yang bisa dipakai sebagai alternatif untuk mengisi daya ponsel.

Black Shark 3 diisi dayanya menggunakan Magnetic Charging Cable.KOMPAS.com/Bill Clinten Black Shark 3 diisi dayanya menggunakan Magnetic Charging Cable.

Cara menggunakannya mirip dengan charger yang biasa disertakan di smartwatch. Pengguna cukup menempelkan modul magnetic charging ke konektor khusus di bagian punggung. Ponsel lantas bakal diisi dayanya dengan kecepatan pengisian maksimal 30 watt.

Dengan pengisian tanpa lewat port USB Type-C ini KompasTekno bisa bermain game dengan lebih leluasa, tanpa harus khawatir dengan baterai atau posisi kabel charging yang mengganggu.

Perlu dicatat, pengguna perlu membeli aksesori Black Shark Funcooler Pro dan Magnetic Charging Cable secara terpisah. Sebab, keduanya tidak disertakan dalam kemasan pembelian Black Shark 3.

#Pengalaman #Memakai #Fiturfitur #Ponsel #Game #Black #Shark #Sebagus #Apa #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts