Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa, Mengapa Bisa Terjadi?

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Negara-negara di Eropa terlihat mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 setelah sebelumnya menunjukkan kesuksesan awal dalam mengontrol pandemi.

Read More

banner 300250

Mayoritas negara mengumumkan kasus-kasus yang lebih banyak setiap harinya daripada saat gelombang pertama pandemi corona di awal tahun ini.

Namun demikian, ada pula kemungkinan tingginya kasus disebabkan oleh peningkatan kapasitas tes.

Dengan tingginya kapasitas tes, jumlah kasus yang diidentifikasi pun akan lebih banyak.

Meski begitu, peningkatan kasus di Eropa ini tetap memperoleh perhatian besar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lonjakan kasus di Eropa

Sulit untuk melacak secara pasti jumlah kasus virus corona dan kematian yang benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan. 

Akan tetapi, WHO terus mengeluarkan peringatan konsisten atas gelombang kedua pandemi Covid-19 yang ditunjukkan melalui kasus-kasus baru ini.

Melansir The Guardian, Rabu (28/10/2020), berikut adalah catatan kasus harian Covid-19 di beberapa negara Eropa yang menjadi rekor baru tertinggi di wilayahnya:

  • Polandia: 18.820 kasus, 236 kematian
  • Republik Ceko: 15.663 kasus 
  • Jerman: 14.964 kasus, 85 kematian
  • Swiss: 8.616 kasus
  • Slovenia: 2.605 kasus
  • Rusia: 16.202 kasus, 346 kematian
  • Ukraina: 7.474 kasus, 165 kematian
  • Iran: 6.824 kasus, 415 kematian

Pemberlakuan jam malam

Di awal minggu lalu, Spanyol menjadi negara Eropa pertama yang mencatatkan 1 juta kasus virus corona di wilayahnya.

Setelah itu, masyarakat pun bersiap untuk menghadapi jam malam dan langkah pengendalian lain yang diberilakukan saat darurat nasional diberlakukan.

Selain Spanyol, Kolombia juga menyusul mencatatkan total satu juta kasus Covid-19 pada Sabtu (24/10/2020).

Dengan lonjakan kasus yang terjadi, pemerintah di sebagian besar negara memberlakukan pembatasan baru.

Mengutip AFP, Minggu (25/10/2020), Perancis memperpanjang pemberlakuan jam malam. Sementara, Irlandia kembali melakukan penguncian.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Eropa (ECDC), semua negara Uni Eropa kecuali Siprus, Estonia, Finlandia, dan Yunani termasuk dalam kategori perhatian yang serius.

“Seperti halnya Inggris, naik dari bulan lalu,” ujarnya.

“Meningkatnya infeksi Covid-19 menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat, dengan sebagian besar negara memiliki situasi epidemiologis yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Direktur ECDC Andrea Ammon.

Penyebab lonjakan kasus

Menurut Ahli Virus dan Direktur London School of Hygiene and Tropical Medicine, Peter Piot, peningkatan kasus yang diperlihatkan oleh sebagian besar negara saat ini tidak terlepas dari perilaku.

“Lonjakan kasus saat ini terjadi setelah kesuksesan awal sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan betapa rapuh kesuksesan tersebut,” kata dia.

“Kita seperti melonggarkan pembatasan terlalu banyak dan kita tengah membayar harganya. Kita juga belajar bahwa tidak ada jalan pintas untuk menyelesaikannya,” lanjut Peter.

Namun demikian, menurut Peter, kabar baiknya, tingkat kematian yang ditunjukkan dapat  mengalami penurunan karena lebih banyak hal yang telah diketahui soal perawatan pasien Covid-19.

“Sejumlah kemajuan telah diperlihatkan dalam hal perawatan,” ujarnya.

Menurut Peter, setiap negara telah menunjukkan upayanya untuk menekan penyebaran virus.

“Kita telah belajar banyak. Salah satu pelajaran paling penting adalah kita harus bertindak cepat. Jangan menunggu sampai banyak orang yang sekarat,” kata dia.

Tanpa bertindak cepat, ia mengkhawatirkan beban yang semakin besar dan menambah kelelahan yang dirasakan dari pandemi ini, termasuk pada garda terdepan dan masyarakat secara umum.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: Gejala Neurologis pada Pasien Covid-19

#Lonjakan #Kasus #Covid19 #Eropa #Mengapa #Bisa #Terjadi

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts