Kisah Perang: 10 Film yang Jadi Senjata Propaganda, Sudah Nonton? Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Peperangan tak selamanya melibatkan senjata dan tentara saja. Ada kalanya strategi “luar lapangan” juga dikerahkan untuk menaklukkan musuh.

Read More

banner 300250

Cara yang paling lazim di antaranya adalah tipu muslihat atau negosiasi. Tapi, ada juga yang menggunakan film sebagai amunisi lain dalam peperangan.

Berikut ini adalah 10 film propaganda yang memotret situasi konflik. Film-film ini sarat pesan politik sehingga bisa memengaruhi para pemirsa saat itu.

1. Listen to Britain (1942)

Dilansir dari Gorilla Film Online, film besutan Humphrey Jennings ini merangkul nilai puitis kehidupan sehari-hari.

Ini adalah film dokumenter yang menyoroti berbagai kehidupan orang Inggris, dan bagaimana mereka menjalankan bisnis selama Perang Dunia II.

Propaganda di film ini sangat samar. Jennings menampilkan mitos persatuan nasional, semua kelas bersatu dan membawa Inggris menuju kemenangan.

2. The Goddess (1934)

Wu Yonggang pembesut film ini menampilkan konsekuensi kehancuran dari kapitalisme, dan bagaimana satu-satunya cara untuk mengatasi kehancurannya adalah dengan revolusi sosialis.

The Goddess termasuk film paling halus yang dibuat periode itu, dan mungkin merupakan pertunjukan terbesar Ruan Lingyu superstar China di rahun 1930-an.

3. The Grand Illusion (1937)

Mungkin salah satu film anti-perang paling terkenal yang pernah dibuat, dan termasuk film paling terkenal dari sutradara Perancis Jean Renoir.

Dampak film ini sungguh luar biasa sampai Menteri Propaganda Nazi Joseph Goebbels memerintahkan semua cetakannya untuk dihancurkan.

Teknik sinematografi film ini sangat bagus pada masanya, dan Renoir berhasil membungkis potret sosial dalam film realis puitis.

4. The Burmese Harp (1956)

Film garapan Kon Ichikawa ini berdasarkan cerita anak-anak Jepang kuno.

Bertema anti-perang The Burmese Harp berisi adegan-adegan di mana para karakter berkomunikasi dengan lagu, meski mereka tidak berbahasa sama.

Salah satu adegannya ketika pasukan Jepang terjebak di dalam kabin kecil, dan agar tentara Inggris tidak curiga mereka menyanyikan sebuah lagu.

Tentara Inggris yang menemukan mereka tidak membunuh, tapi justru ikut bernyanyi bersama memainkan simfoni yang indah.

5. I Am Cuba (1964)

Digarap Mikhail Kazatozov, film ini menampilkan pulau Kuba melakukan transisi ke masyarakat pasca-revolusioner. Dari kota ke pedesaan, I Am Cuba mengamati berbagai kesulitan yang disebabkan otoritarianisme.

Gorilla Film menyebut I Am Cuba salah satu film paling berpengaruh selama 40 tahun terakhir, dengan banyak pembuat film terkenal seperti Martin Scorsese yang banyak terinspirasi.

6. Three Songs about Lenin (1934)

Terlepas dari sosok Vladimir Lenin yang sangat keras, film dokumenter musikal ini dapat menghaluskan karakter Lenin melalui tiga lagu di tiap periode pemerintahan Lenin.

Film ini terbagi ke tiga bagian yakni sebelum kendali politik, selama berkuasa, dan setelah kematiannya.

7. Red Psalm (1971)

Red Psalm yang distrudarai Miklos Jancso berfokus pada sekelompok kecil petani Hongaria pada 1890, yang memberontak melawan pemilik tanah mereka.

Film ini mengeksplorasi gerakan revolusioner Hongaria pada abad 19, dan menunjukkan betapa kejamnya perlakuan terhadap orang miskin saat itu.

Red Psalm berdurasi 84 menit dan hanya terdiri dari 26 shots. Setiap urutannya dikoreografikan dengan sangat baik, menghasilkan penggambaran yang unik dan pemandangan indah.

Banyak sarjana film menyebutnya sebagai “musikal komunis”.

8. The Cloud Capped Star (1960)

Konon sampai sekarang film bermuatan emosi ini masih dapat memengaruhi emosi penonton dengan darah, keringat, dan air mata dalam produksinya.

The Cloud Capped Star berlatar akhir Fifties Calcutta, menyoroti putri sulung dari keluarga pengungs dan perjuangan menjauhkan mereka dari kemiskinan.

Ini adalah potret kondisi sosial keras dalam Pemisahan India.

9. Battleship Potemkin (1926)

Tidak lengkap rasanya jika tidak menyebut Battleship Potemkin sebagai salah satu film propaganda perang terbaik.

Mahakarya Sergei Einstein ini didasarkan pada kisah nyata, di mana pemberontakan Angkatan Laut Rusia terjadi yang mengakibatkan kerusuhan dan pembantaian polisi.

Bisa dibilang Battleship Potemkin adalah salah satu film pertama yang masuk dalam motif “shock cinema“, karena dianggap terlalu mengejutkan bagi sebagian besar penonton. Bukan karena bujukan komunisnya, tetapi penggunaan kekerasannya.

10. Class Relations (1984)

Dibuat berdasarkan novel Ceko berjudul Amerika oleh penulis terkenal Franz Kafka, film ini bercerita tentang seorang imigran Eropa yang dipaksa pindah ke New York.

Para pembuat film termasuk duet Daniele Huillet dan Jean-Marie Straun memodifikasi narasinya untuk menekankan sistem kelas dan bagaimana kapitalisme Amerika Serikat membuat warga miskinnya tertekan.

Alurnya cukup sulit dipahami, tetapi karena tergolong tidak terlalu lawas Class Relations masih relatif mudah dijumpai.

#Kisah #Perang #Film #yang #Jadi #Senjata #Propaganda #Sudah #Nonton #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts