Eddie Van Halen Meninggal karena Kanker Tenggorokan, Pengaruh Rokok?

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta

Read More

banner 300250

Musisi legendaris Edward Lodewijk Van Halen atau dikenal dengan Eddie Van Halen meninggal dunia karena kanker tenggorokan. Sel-sel kanker telah menyebar ke berbagai organ.

Ia meninggal di usia 65 tahun di John’s Hospital di Santa Monica, California, setelah sempat bolak-balik AS-Jerman untuk perawatan radioterapi.

Gitaris Van Halen ini juga memiliki riwayat sebagai perokok berat. Seberapa besar risikonya terhadap kanker yang diidapnya?

Dokter spesialis onkologi radiasi dari Siloam Hospitals MRCCC Semanggi, dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad, menyebut pengaruh rokok terhadap kanker tenggorokan itu sangat besar. Ini karena bagian tubuh paling berpengaruh terhadap rokok adalah bagian kepala-leher.

“Karena kalau bicara kanker yang hubungannya dengan rokok, yang paling berpengaruh pasti bagian kepala-leher. Terutama bagian rongga mulut sampai tenggorokan, karena asapnya rokok banyak berkumpul di sana,” kata Dr Denny saat dihubungi detikcom, Rabu (7/10/2020).

Menurut dr Denny, saat merokok, rokok itu akan dibakar lalu dihirup asapnya ke dalam mulut. Dengan begitu, asap rokok akan melewati banyak organ di area mulut hingga tenggorokan.

“Insiden paling besar bisa terjadi di tenggorokan, nasofaring atau tenggorokan bagian atas, dan pita suara,” jelasnya.

Selain itu, di Indonesia sendiri juga para perokok lebih banyak mengalami kanker pita suara dan tenggorokan. Ini karena asap itu akan dihirup banyak masuk lewat tenggorokan sampai pita suara.


#Eddie #Van #Halen #Meninggal #karena #Kanker #Tenggorokan #Pengaruh #Rokok

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts