Banyak Diminati, Berikut Keistimewaan hingga Sejarah Ikan Cupang di Indonesia Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Di tengah pandemi virus corona, ikan cupang justru banyak diminati.

Read More

banner 300250

Terbukti, beberapa artis dikabarkan tengah memelihara ikan cupang seperti Ashanti, Gishel dan Nadine Chandrawinata.

Mengutip Kompas.com, Rabu (30/10/2020) pebisnis ikan cupang Ainul Wafa Adnan yang membuka usahanya di Bogor, Jawa Barat menilai ikan cupang banyak diminati di masa pandemi ini sebagai sarana penghilang kejenuhan.

“ Ikan cupang sudah lama terkenalnya, tetapi saya rasa ikan cupang mulai tersohor semenjak PSBB. Karena orang banyak yang jenuh akibat berkerja dari rumah, sehingga mereka mencari kesenangan, salah satu caranya dengan memelihara ikan cupang,” kata dia.

Lantas, sebetulnya apa keistimewaan ikan cupang?

Mengutip situs KKP, ikan cupang merupakan ikan air tawar yang memiliki nama latin Betta sp.

Ikan ini berasal dari keluarga Osphronemidae dan genus Osphronemus.

Habitat

Alfiyyatur Rohmah Ikan cupang jenis halfmoon yang tersedia di sentra ikan hias cupang di Jalan KS Tubun III Dalam, Palmerah, Jakarta Barat.

Habitat asal ikan cupang berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam.

Cupang asli wilayah Indonesia salah satunya adalah jenis Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Pada alam bebas, ikan cupang biasanya hidup berkelompok dengan habitat rawa-rawa, telaga, danau dan sungai dengan perairan arus tenang.

Mengutip Kompas.id, ikan cupang di alam liar memangsa jentik-jentik nyamuk, anak ikan atau cacing berukuran kecil.

Ikan memiliki bentuk dan karakter unik dengan sikap cenderung agresif ketika mempertahankan wilayahnya.

Karakteristik ikan cupang

Cupang umumnya terbagi atas tiga golongan yakni cupang hias, cupang aduan dan cupang liar.

Ikan cupang yang memiliki kualitas baik umumnya memiliki sirip dan ekor yang berwarna terang.

Adapun sirip pada ikan umumnya terbuka secara sempurna.

Tidak ada jarak antara sirip bawah dan ekor (caudal) ataupun antara sirip-sirip (dorsal) punggung.

Sirip-sirip ikan umumnya merapat sempurna saat ikan memekarkan sirip-sirip mereka.

Keistimewaan ikan cupang

Foto dirilis Kamis (1/10/2020), memperlihatkan foto multi eksposur seekor ikan cupang jenis halfmoon berenang di akuarium milik peternak Tiano Morello di Bogor. Di tengah lesunya sejumlah penjualan selama pandemi Covid-19, ikan cupang (Betta sp.) justru muncul menjadi primadona seiring banyaknya peminat dan penjualan yang melonjak pesat.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Foto dirilis Kamis (1/10/2020), memperlihatkan foto multi eksposur seekor ikan cupang jenis halfmoon berenang di akuarium milik peternak Tiano Morello di Bogor. Di tengah lesunya sejumlah penjualan selama pandemi Covid-19, ikan cupang (Betta sp.) justru muncul menjadi primadona seiring banyaknya peminat dan penjualan yang melonjak pesat.

Ikan ini selain bentuknya yang dianggap cantik, ikan cupang memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat.

Ia mampu hidup pada lingkungan air dengan kadar oksigen yang sangat minim.

Hal tersebut karena dalam tubuh cupang mirip dengan rongga labirin yang bentuknya hampir sama pada paru-paru manusia.

“Keberadaan cupang sekarang sudah banyak, ada cupang alami ada yang sudah dikawin silangkan sehingga hasilnya bervariasi dan di situlah letak keunikan dari ikan cupang,” ujar Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung Dedy Arief Hendriyanto dikutip dari situs KKP (15/11/2018).

Ia menuturkan, budidaya ikan ini dapat menjadi peluang usaha karena pemeliharaannya yang simpel yakni cukup diletakkan dalam toples atau di dalam aquarium.

Sejarah cupang di Indonesia

Cupang dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak 1960-an.

Ketika itu cupang hanya dikenal dan disenangi sebagai ikan sawah oleh anak-anak.

Saat itu, jenis cupang yang ada masih sederhana belum beragam seperti saat ini.

Cupang kemudian mulai dikenalkan di pasar Indonesia sekitar 1970 oleh importir.

Saat itu cupang aduan dan cupang ekor panjang dengan jenis ekor lilin yang dikenalkan.

Cupang ekor lilin tetap terkenal hingga 1990-an.

Sekitar tahun itulah para penggemar cupang mulai melakukan kawin silang antara cupang lilin dengan cupang lain.

Selain menghasilkan warna yang beragam, perkawinan silang cupang menghasilkan cupang dengan tulang ekor yang lebih menonjol keluar.

Ada yang bentuknya mirip duri panjang layaknya sisir yang biasa disebut dengan cupang Serit.

Serta ada yang memiliki ekor menggelembung yang disebut dengan half moon.

Setelah era 1990, cupang hias impor merambah Indonesia dengan harga bahkan mencapai jutaan rupiah.

Ikan cupang pun kemudian mulai merambah panggung kontes dengan mengadu keindahan fisik, kemewahan warna, bentuk sirip dan rupa ekor.

Melansir Kompas.id, Mei 2020, Indonesia, saat ini menjadi penghasil Ikan cupang terbesar kedua di dunia.

Adapun negara yang paling banyak membudidayakan cupang adalah Thailand.

Namun, Indonesia unggul dalam spesies cupang alam, setidaknya ada sekitar 40 jenis cupang alam yang sudah diketahui.

#Banyak #Diminati #Berikut #Keistimewaan #hingga #Sejarah #Ikan #Cupang #Indonesia #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts