Atasi Permasalahan UMKM, Mendag: Pemerintah Berkomitmen Perluas Pasar Produk UMKM

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, permasalahan yang sering dijumpai usaha mikro kecil menengah ( UMKM) adalah pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar.

Read More

banner 300250

Untuk itu, Mendag mengatakan, pemerintah beserta dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM.

“Kami akan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM,” ujar Mendag Agus, seperti pada keterangan yang Kompas.com terima, Jumat (16/10/2020).

Hal tersebut ia sampaikan saat penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang “Kerja Sama Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan,” di Novotel Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020).

“Hal ini untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM,” kata Agus, 

Adapun penandatanganan nota kesepakatan bersama dilakukan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Syailendra, dan Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia ( BNI) (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto.

Selain mereka ada pula Presiden Direktur (Presdir) PT AAPC ( Accor Asia Pacific) Indonesia, Garth Simmons yang hadir secara diwakilkan, serta Mendag Agus dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai saksi.

Sebagai tindak lanjut nota kesepakatan bersama, acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri (P3DN) Ditjen PDN Kemendag, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, Accor untuk hotel-hotel di wilayah Jateng, dan PT BNI (Persero) Tbk wilayah Semarang.

Selanjutnya, dilaksanakan kontrak kerja sama antara UMKM dengan Novotel, dan pemberian pembiayaan kepada UMKM oleh PT BNI (Persero) Tbk Wilayah Semarang.

Poin penting nota kesepakatan

Mendag Agus menjelaskan, poin penting dalam nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama tersebut mencakup koordinasi antar pihak-pihak terkait pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM.

“Itu termasuk kontrak kerja sama pengadaan barang dan atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait,” ujar Agus.

Poin lainnya adalah mengenai fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Syailendra berharap, kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM.

“Baik dalam hal pemasaran produk dan pembiayaan bagi usaha dengan mudah dan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI,” imbuh Syailendra.

Grup perhotelan Accor berkomitmen berikan kontribusi

Sementara itu, Garth Simmons di tempat terpisah menyampaikan, grup perhotelan Accor yang telah lebih dari 25 tahun hadir di Indonesia berkomitmen memberikan kontribusi bagi kemajuan industri dan mendorong pergerakan ekonomi di Tanah Air.

“Terutama di tengah situasi pandemi yang penuh tantangan ini. Dukungan kami berikan kepada pemerintah pusat dan daerah maupun pihak swasta,” ujar Garth.

Garth mengaku, pihaknya turut senang berkolaborasi dengan Kemendag dalam mendukung UMKM dan penyediaan akomodasi, khususnya di Jateng.

Demi menciptakan akomodasi dengan lingkungan yang aman dan higienis, seluruh jaringan Accor di dunia termasuk Indonesia menerapkan “ALLSAFE”.

Adapun arti “ALLSAFE,” yakni label kebersihan dan pencegahan dari Accor yang didukung kepatuhan pada peraturan dan hukum setempat.

“Ini menjadikan salah satu standar keselamatan terketat di dunia perhotelan untuk menjamin setiap hotel telah menjalani langkah-langkah keamanan tambahan sebagai komitmen melindungi para tamu, karyawan, dan mitra hotel,” kata Garth.

Lebih lanjut Garth mengatakan, grup Accor mengharapkan para tamu dapat kembali menginap ataupun mengadakan acara di hotel-hotel Accor dengan yakin dan tenang.

Peran BNI di era digital

Pada kesempatan itu, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto menjelaskan, peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM sangat penting.

“Karena BNI berperan dalam hal digitalisasi pembayaran, penyaluran pembiayaan UMKM, dan pengembangan bisnis rintisan melalui Agen46,” ujar Sis.

“BNI telah mendukung digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment serta e–Retribusi di pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran ini turut mendukung protokol Covid-19 yang mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Sis, melalui penyaluran pembiayaan KUR kepada para UMKM, diharapkan UMKM dapat memanfaatkan akses pembiayaan perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pembeli.

Dengan begitu, UMKM pada akhirnya dapat meningkatkan omzet penjualannya.

“Sementara melalui Agen46, pelaku UMKM dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang BNI,” kata Sis.

Agen46 memberikan layanan perbankan pembukaan rekening, tarik tunai dan transfer uang, hingga pembayaran pajak.

Supaya hal ini berdampak pada pemerataan edukasi keuangan serta meningkatkan jumlah UMKM yang bankable.

Dalam kesempatan itu, PT BNI (Persero) Tbk kantor Wilayah Jateng sekaligus menyerahkan secara simbolis pembiayaan kepada UMKM.

Adapun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong UMKM.

“Dipertemukannya antara Accor sebagai pembeli jangka panjang dengan pedagang, khususnya UMKM adalah stimulus yang baik. Apalagi didukung dengan hadirnya perbankan,” terang Ganjar.

Mudah-mudahan, lanjut Ganjar, dengan penerapan protokol kesehatan yang baik di masa pandemi Covid-19, industri perhotelan bisa tetap berjalan, sehingga UMKM dapat terus terbantu.

Sejalan dengan amanat Presiden

Dalam kesempatan itu, Mendag Agus menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Amanat tersebut diantaranya dalam mengedepankan aspek-aspek kolaborasi dan sinergi, kreativitas, inovasi, dan kecepatan.

“Selain itu juga mencakup bagaimana beradaptasi dengan cara baru sebagai kunci yang mutlak diperlukan di era digital dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, UMKM diharapkan mampu menjaga kontribusi 60 persen dari total produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 96 persen tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja.

“Serta memberikan sumbangsih 14 persen terhadap total ekspor, katanya”

Menurut Mendag Agus, guna mencapai harapan tersebut, maka nilai konsumsi dalam negeri yang besar harus dimanfaatkan.

Hal ini agar semua pihak dapat berkontribusi membantu UMKM tetap bertahan, beradaptasi, dan bahkan berkembang dalam situasi kebiasaan baru.

“Pandemi Covid-19 dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar telah memperbesar peluang usaha secara daring,” imbuh Agus.

Untuk itu, lanjut Agus, diharapkan UMKM mampu menangkap peluang sehingga dapat memainkan perannya sebagai penopang perekonomian bangsa. Dampaknya bisa menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

Melengkapi rangkaian kunjungan kerja di Semarang, Mendag Agus dan rombongan juga sekaligus meninjau penerapan protokol kesehatan pusat perbelanjaan Hypermart di Paragon City Mall.

Pada kunjungan itu, Agus menyerahkan secara simbolis bantuan peralatan kesehatan dan penunjangnya kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang beroperasi di pusat perbelanjaan berupa 600 goodie bag berisi, dua masker, dua penutup muka, satu set sarung tangan, dan satu botol hand sanitizer.

#Atasi #Permasalahan #UMKM #Mendag #Pemerintah #Berkomitmen #Perluas #Pasar #Produk #UMKM

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts