Aplikasi Ini Bisa Bantu Atasi Kecanduan Media Sosial Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Meski bisa bantu menghubungkan dengan kerabat dan teman, media sosial bisa terlalu sering digunakan oleh seseorang sehingga menghabiskan banyak waktu setiap hari tanpa disadari.  

Read More

banner 300250

Alif Aulia Masfufah, psikolog klinis dari Komunitas Love Yourself Indonesia, mengatakan bahwa sebenarnya boleh-boleh saja memakai medsos asalkan tidak berlebihan. Buat pengguna yang merasa kecanduan, dia menyarankan agar membuat semacam pengingat.

“Sebelumnya bisa pasang alarm, tapi kalau alarmnya selesai segera uninstall (atau tutup) aplikasi Instagram atau media sosial lainnya,” kata Aulia.

Agar lebih mudah, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi yang ditujukan untuk mengontrol pemakaian gadget dan media sosial, misalnya seperti Digital Wellbeing besutan Google yang hadir di Android.

Film Dokumenter The Social Dilemma di Netflix Gambarkan Seramnya Media Sosial

Aplikasi ini dapat menampilkan informasi lengkap terkait aktivitas aplikasi pada ponsel, meliputi durasi penggunaan aplikasi, seberapa banyak ponsel pengguna diaktifkan, serta jumlah notifikasi yang muncul setiap harinya.

Digital Wellbeing hadir pertama kali pada tahun 2018 lalu, bersamaan dengan hadirnya sistem operasi Android generasi ke-9 yakni Android Pie. Kendati demikian, keberadaan aplikasi ini jarang diketahui pengguna karena tersembunyi di dalam sistem.

Cara menggunakan Digital Wellbeing

Untuk dapat mengakses aplikasi Digital Wellbeing, pengguna dapat masuk ke menu Pengaturan (Settings). Kemudian pada kolom pencarian (Search), pengguna bisa memasukan kata kunci “Digital Wellbeing”.

Selanjutnya, sistem akan menunjukkan aplikasi Digital Wellbeing. Untuk dapat memunculkannya di layar homescreen, pengguna dapat menggulir laman tersebut ke arah bawah dan mengaktifkan tombol pada menu “Show icon in the app list”.

Untuk beberapa ponsel Android lainnya, pengguna dapat memilih tombol tiga titik yang terdapat pada sisi kanan atas layar ponsel. Selanjutnya, pilih opsi “Show icon on Apps Screen”.

KOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Tampilan Dashboard pada aplikasi Digital Wellbeing

Sesaat setelah masuk ke dalam aplikasi Digital Wellbeing, pengguna akan langsung disambut dengan dashboard yang menampilkan durasi pemakaian aplikasi. Informasi tersebut dimuat dalam sebuah diagram pie.

Ketika diagram tersebut diketuk, akan muncul aplikasi mana saja yang paling sering digunakan saat itu. Di bawah diagram, ditampilkan pula berapa kali pengguna mengunci perangkat dan berapa jumlah notifikasi yang diterima.

Digital Wellbeing menawarkan tiga fitur utama yang terdiri dari, App Timer, Do Not Disturb, dan Wind Down.

App Time

Aplikasi Instagram yang telah berubah menjadi abu-abu karena waktu penggunaannya telah selesaiKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Aplikasi Instagram yang telah berubah menjadi abu-abu karena waktu penggunaannya telah selesai

Fitur App Time memungkinkan pengguna mengatur batasan waktu untuk penggunaan aplikasi tertentu. Pengguna dapat memasang timer pada setiap aplikasi yang diinginkan.

Ketika durasi waktu yang telah ditetapkan habis, maka ikon aplikasi akan berubah warna menjadi abu-abu. Pengguna yang memaksa untuk membuka aplikasi tersebut akan mendapati notifikasi yang menyebutkan bahwa waktu penggunaan aplikasi telah selesai.

Pengguna dapat kembali menggunakan aplikasi tersebut keesokan harinya, ketika sistem mengatur kembali timer sedia kala.

Do not disturb

Fitur ini mampu menonaktifkan semua suara notifikasi, panggilan telepon, termasuk notifikasi yang umumnya muncul di layar ponsel. Pengguna dapat mengatur waktu kapan mode ini dapat diaktifkan.

Dengan mengaktifkan fitur Do not disturb, pengguna dapat terhindar dari pemakaian ponsel secara berlebihan yang seringkali dapat mengganggu konsentrasi.

Bedtime mode

Fitur Bedtime mode bertugas untuk mengingatkan pengguna jika waktu tidur telah tiba. Ketika diaktifkan, fitur ini akan mengubah filter layar menjadi Night Light Blue yang redup.

Jika fitur Do Not Disturb turut aktif secara bersamaan dengan fitur ini, maka layar ponsel pengguna akan berubah sepenuhnya menjadi berwarna abu-abu.

 

Seseorang yang merasa butuh bantuan untuk mengatasi kecanduan media sosialnya bisa berkonsultasi ke psikolog dan komunitas kesehatan mental. Misalnya, komunitas Love Yourself Indonesia.

Ini merupakan forum independen yang fokus pada isu kesehatan mental, terutama bagi kalangan anak muda. Love Yourself Indonesia juga memberikan edukasi agar orang-orang memiliki kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental.

Informasi lebih lanjut tentang komunitas Love Yourself Indonesia bisa dilihat di website berikut atau lewat Instagram @loveyourself_indonesia.

Penjelasan lebih lengkap mengenai dampak media sosial dan kesehatan mental bisa dilihat di kanal YouTube KompasTekno: AntarMuka #3: Detoks Media Sosial Perlu Enggak Sih?


#Aplikasi #Ini #Bisa #Bantu #Atasi #Kecanduan #Media #Sosial #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts