7 Cara Mengasuh Remaja Laki-laki agar Lebih “Nurut”

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Saat anak memasuki usia remaja, orangtua perlu mengubah pola asuhnya. Sebab anak cenderung lebih mengikuti teman-teman sebayanya dan bisa saja melawan perintah orangtua.

Perubahan perilaku anak didorong oleh faktor pola pikir, hormonal, fisik, psikologis, dan emosional. Di usia remaja, anak lebih senang bersama teman sebaya dan sedang dalam proses pencarian jati diri.

Remaja laki-laki biasanya bertindak lebih berani jika dibandingkan remaja perempuan. Emosi mereka lebih tidak stabil dan mudah terpancing.

Berikut tips mengasuh anak laki-laki di usia remaja seperti dikutip The Guardian.

1. Jangan mempermalukannya

Di usia remaja, sangat mungkin bagi anak laki-laki salah mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang semestinya.

Saat hal itu terjadi, orangtua jangan sampai mempermalukannya atas keputusan yang diambil. Apalagi sampai memarahinya di muka umum.

Lebih baik memperingatkan mereka secara tegas tetapi dengan cara halus terkait pilihannya yang salah.

2. Beri motivasi

Dari segi akademis, biasanya di usia remaja anak laki-laki kurang berprestasi secara akademik. Orangtua harus tetap memotivasinya, bukan malah menyalahkan karena nilai yang didapatkan tidak sesuai harapan.

Beri tahu anak tentang perubahan hormonal, otak, dan fisik yang memengaruhi perilakunya. Dengan begitu anak tidak berpikir diri mereka bodoh, melainkan sedang berkembang.

shutterstock Ilustrasi remaja pacaran

3. Bersikap penuh kasih sayang

Meskipun orangtua merasa frustasi menghadapi remaja laki-laki yang melawan, jangan lupa untuk tetap memperlakukannya penuh kasih sayang.

Ucapkanlah panggilan sayang padanya dan tunjukkan rasa sayang itu lewat tindakan. Ingatkan anak jika orangtua tetap menyayanginya bagaimanapun keadaannya.

Perasaan Terisolasi pada Remaja Berdampak Jangka Panjang

4. Pilih metode komunikasi yang tepat

Saat remaja laki-laki berbuat kesalahan, kebanyakan orangtua lebih memilih untuk mengomel dan memberikan ribuan wejangan.

Cara itu sama sekali tidak efektif. Alih-alih mengomeli, kenali metode komunikasi yang tepat sesuai kepribadian anak untuk membangun hubungan dengannya. Entah dari segi waktu, nada suara, maupun kontak mata langsung.

5. Jadikan rumah sebagai tempat berkumpul

Anak laki-laki senang sekali bermain dengan teman-temannya di usia remaja. Orangtua mungkin khawatir anaknya akan terjerumus ke hal negatif.

Alih-alih melarang mereka bermain, sebaiknya ubah suasana rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk anak serta teman-temannya berkumpul. Dengan begitu anak tetap bisa bermain sambil diawasi oleh orangtua.

5 Pembelajaran bagi Orangtua untuk Bentuk Kepribadian Anak

6. Ceritakan kisah inspirasi

Sesekali remaja laki-laki perlu diceritakan kisah tentang orang-orang baik dan orang-orang yang sempat gagal atau melakukan kesalahan dalam hidup tapi pada akhirnya berhasil sukses.

Cerita seperti itu bisa membuat anak lebih bertanggung jawab dengan tindakannya.

7. Cintai anak apa adanya

Setiap remaja laki-laki ingin diakui, didengar pendapatnya, dan benar-benar dicintai setulus hati. Orangtua perlu mencintai dan menghormati anak laki-lakinya apapun pilihan hidupnya. Jangan paksa mereka berkembang sesuai keinginan orangtua.

#Cara #Mengasuh #Remaja #Lakilaki #agar #Lebih #Nurut

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts