3 Alasan Trump Tak Boleh Anggap Remeh COVID-19 yang Menyerangnya

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta

Read More

banner 300250

Donald Trump dinyatakan positif Corona pada Jumat (2/10/2020). Pasalnya, ia selama ini dikenal sebagai orang yang meremehkan bahaya virus Corona COVID-19.

Dikutip dari AFP, Presiden Trump beberapa waktu lalu mengakui mencoba untuk meminimalkan ancaman mematikan dari virus Corona pada awal pandemi.

“Saya ingin selalu meremehkannya,” kata Trump dalam wawancara dengan Woodward pada 19 Maret, menurut pratinjau CNN dari buku “Rage”, yang akan diterbitkan 15 September.

Namun, Donald Trump sebenarnya memiliki beberapa alasan untuk tidak meremehkan COVID-19 saat terinfeksi.

1. Usia 74 tahun

Dikutip dari CNBC, usia Trump tahun ini terbilang tidak lagi muda. Pada 14 Juni kemarin usia Trump tepat menyentuh 74 tahun.

Usia lansia lebih rentan saat terpapar COVID-19. Hal ini dikarenakan sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa orang lanjut usia (lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona.

Tim pakar satuan tugas COVID-19, Dewi Nur Aisyah pun mengungkap kelompok rentan yang memiliki risiko kematian tinggi apabila terpapar virus Corona adalah lansia.

“Jadi kalau kita melihat ada beberapa kelompok rentan. Kalau dari segi usia, mereka yang terinfeksi COVID-19 berusia di atas 60 tahun memiliki fatalitas tertinggi,” kata Dewi dalam siaran Youtube BNPB, Senin (3/8/2020).

2. Obesitas

Dikutip dari CNN International, Gedung Putih merilis hasil pemeriksaan fisik tahunan Presiden Donald Trump Juni lalu.

“Ya, Trump memperoleh satu pon (sekitar 0,45 kg) dari tahun lalu dan, ya, itu memberinya Indeks Massa Tubuh 30,5, yang berarti dia secara teknis obesitas,” menurut keterangan Gedung Putih.

Wakil Ketua Bidang Apoteker Advance dan Spesialis PP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Prof dr Kerry Lestari Dandan, Apt, MSi, menjelaskan keterkaitan antara obesitas dengan COVID-19. Jika mereka yang obesitas terinfeksi virus Corona, ini mempunyai risiko terjadinya komplikasi.

“Karena biasanya obesitas ini akan berkaitan dengan penyakit komorbid lainnya, jadi ada kita sebut dengan sindrom metabolik, yang awalnya itu adalah karena obesitas sehingga pemicu resistensi insulin dan akhirnya terjadi gangguan toleransi glukosa dan terjadilah diabetes,” jelas Prof Keryy, dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Selasa (29/9/2020).

3. Pria lebih rentan terhadap virus Corona COVID-19

Trump harus lebih khawatir dibanding istrinya, Melanie yang juga sama-sama positif. Sebuah studi terbaru mengungkap penyebab pria lebih rentan mengalami gejala virus Corona COVID-19 yang jauh lebih parah dibandingkan wanita. Dikutip dari Daily Mail, para peneliti dari Universitas Yale di Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa pria memiliki kemampuan yang lebih buruk dalam memproduksi sel kekebalan tubuh untuk membunuh virus dan melawan peradangan akibat penyakit.

Sedangkan pada wanita, respons kekebalan tubuh akan semakin kuat seiring bertambahnya usia. Para peneliti pun berpendapat, dengan adanya temuan ini, maka cara perawatan dan pengobatan yang diberikan pada pasien Corona pria dan wanita mungkin bisa diterapkan secara berbeda.

“Kami sekarang memiliki data jelas yang menunjukkan bahwa kekebalan tubuh pada pasien Corona antara pria dan wanita sangatlah berbeda. Perbedaan ini dapat menjadi dasar mengapa pria lebih rentan terhadap penyakit,” kata peneliti Dr Akiko Iwasaki, profesor imunologi di Universitas Yale.


#Alasan #Trump #Tak #Boleh #Anggap #Remeh #COVID19 #yang #Menyerangnya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts