Update Corona Dunia 28 September: 1 Juta Kematian | Inggris dan Spanyol Akan Lockdown Lagi

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Hampir 9 bulan sudah virus corona mewabah di seluruh dunia. Kasus-kasus baru Covid-19 masih terus dilaporkan di berbagai negara.

Read More

banner 300250

Melansir data dari laman Worldometers, Senin (28/9/2020), hingga kini, ada 33,2 juta kasus infeksi Covid-19 yang telah dikonfirmasi di dunia.

Sementara, angka kematian karena Covid-19 juga telah menyentuh angka 1 juta kasus.

Sedangkan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh adalah sebanyak 24,6 juta orang.

Jumlah kasus aktif sejauh ini adalah sebanyak 7,7 juta kasus, dengan rincian:

  • 7,6 juta pasien dalam kondisi ringan
  • 65.337 kasus dalam kondisi kritis atau serius.

Hingga kini, jumlah kasus terbanyak masih dicatatkan oleh Amerika Serikat (AS) dengan 7,3 juta kasus, disusul India, Brazil, Rusia, Kolombia, dan Peru.

Kondisi ini masih terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Berikut adalah sejumlah perkembangan terbaru dari kondisi pandemi virus corona di dunia:

Indonesia

ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Foto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam menunggu kerabat jenazah korban Covid-19 mengumandangkan adzan di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19.

Pada Minggu (27/9/2020), pemerintah kembali mengumumkan 3.874 kasus baru virus corona, sehingga jumlah total kasus menjadi sebanyak 275.213. 

Selain itu, ada 78 kasus kematian baru dan 3.611 pasien yang dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, jumlah total kasus kematian hingga kini menjadi sebanyak 10.386 dan jumlah total pasien sembuh sebanyak 203.014 orang.

Kasus-kasus ini tersebar di 34 provinsi dan 497 kabupaten/kota di Indonesia.

Adapun jumlah total kasus terbanyak masih dicatatkan di DKI Jakarta, dengan lebih dari 70.000 kasus, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Inggris

Para pengunjuk rasa menggelar aksi menentang aturan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah PM Inggris terkait penyebaran Covid-19, di Trafalgar Square di London, Inggris, Sabtu (26/9/2020). Aksi yang diikuti ribuan warga tersebut di antaranya menolak kebijakan lockdown, vaksinasi, dan kewajiban penggunaan masker.AFP/JUSTIN TALLIS Para pengunjuk rasa menggelar aksi menentang aturan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah PM Inggris terkait penyebaran Covid-19, di Trafalgar Square di London, Inggris, Sabtu (26/9/2020). Aksi yang diikuti ribuan warga tersebut di antaranya menolak kebijakan lockdown, vaksinasi, dan kewajiban penggunaan masker.

Melansir The Times, Senin (28/9/2020), Pemerintah Inggris berencana memberlakukan penguncian atau lockdown sosial total di sebagian besar wilayah Inggris bagian utara dan London untuk menahan penyebaran gelombang kedua virus corona.

Jika langkah penguncian ini diberlakukan, seluruh pub, restoran, dan bar akan diminta untuk tutup selama 2 minggu di awal periode.

Menurut laporan tersebut, orang-orang dari rumah tangga yang berbeda juga akan dilarang bertemu satu sama lain di dalam ruangan tertutup.

Minggu lalu, Inggris juga telah memberlakukan langkah baru yang mewajibkan orang-orang bekerja dari rumah jika memungkinkan dan memerintahkan restoran serta bar untuk tutup lebih cepat.

Sementara, Merseyside, bagian timur laut dan Lancashire diperkirakan termasuk dalam langkah pembatasan yang akan diberlakukan di London.

Sekolah-sekolah dan toko-toko akan diizinkan untuk tetap buka, begitu juga dengan kantor-kantor dan pabrik-pabrik di mana para stafnya tidak dapat bekerja dari rumah.

Hingga kini, Inggris telah mencatatkan total 434.969 kasus Covid-19 yang terjadi di wilayahnya dengan 41.988 kasus kematian dan jumlah pasien sembuh tidak diketahui.

Spanyol

Seorang wanita memeluk ayahnya melalui tirai plastik setelah kunjungan diizinkan, di kediaman Ballesol di Valterna, dekat Valencia, Spanyol, Jumat (19/6/2020). Melepas rindu di tengah pandemi, orang-orang menggunakan tirai plastik sebagai solusi memeluk tanpa bersentuhan langsung guna meminimalisir risiko penularan virus corona (Covid-19).AFP/JOSE JORDAN Seorang wanita memeluk ayahnya melalui tirai plastik setelah kunjungan diizinkan, di kediaman Ballesol di Valterna, dekat Valencia, Spanyol, Jumat (19/6/2020). Melepas rindu di tengah pandemi, orang-orang menggunakan tirai plastik sebagai solusi memeluk tanpa bersentuhan langsung guna meminimalisir risiko penularan virus corona (Covid-19).

Melansir The Guardian, Minggu (27/9/2020), pemerintah Spanyol dan otoritas di Madrid masih berada dalam kebuntuan untuk menemukan cara mengatasi gelombang kedua virus corona yang terjadi.

Pemerintah daerah konservatif telah memberlakukan pengucian parsial pada 45 wilayah. Namun, mereka menolak seruan dari pemerintah koalisi yang dipimpin oleh sosialis.

Pada Sabtu (26/9/2020), Menteri Kesehatan Salvador Illa mengeluarkan seruan lain untuk melakukan penguncian di seluruh kota dan mendesak otoritas Madrid untuk mempertimbangkan kajian ilmiah dan mengesampingkan politik.

“Kami sangat khawatir dengan situasi di wilayah Madrid, di mana terdapat risiko layanan kesehatan yang lebih serius, tidak hanya bagi orang-orang di sana, tetapi juga wilayah sekitarnya,” kata Illa.

Menurut Illa, kota-kota dengan lebih dari 500 kasus per 100.000 penduduk harus memberlakukan lockdown.

Hingga Jumat (25/9/2020) malam, wilayah Madrid telah mencatatkan 721,73 kasus per 100.000 orang selama dua minggu sebelumnya.

Sementara, rata-rata di seluruh Spanyol adalah 319,9 kasus per 100.000 orang. 

Selama dua minggu terakhir, Inggris telah mencatatkan 96,2 kasus per 100.000 orang. Sementara, Perancis sebanyak 229,1 dan Belgia sebanyak 160,7.

Sementara, pemerintah daerah yang dipimpin oleh Isabel Díaz Ayuso, menolak mengimplementasi rekomendasi penguncian tersebut.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: Pencegahan Penularan Virus Corona

#Update #Corona #Dunia #September #Juta #Kematian #Inggris #dan #Spanyol #Akan #Lockdown #Lagi

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts