Melihat Gelombang Kedua Pandemi Corona di Eropa Saat Ini

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Perancis dan Inggris mencatatkan kasus Covid-19 harian tertinggi di wilayahnya sejak awal wabah.

Read More

banner 300250

Melihat kondisi ini, Uni Eropa pun memperingatkan bahwa beberapa negara anggotanya kini mengalami wabah yang lebih buruk daripada saat bulan Maret.

Melansir Business Insider, Jumat (25/9/2020), peringatan ini disampaikan oleh Komisioner Kesehatan Uni Eropa, Stella Kyriakides, Kamis (24/9/2020) lalu.

Perkembangan kondisi ini pun dikhawatirkan menjadi pertanda telah tibanya gelombang kedua pandemi virus corona di Eropa.

Namun demikian, ada perbedaan yang dapat dilihat dibandingkan saat gelombang pertama. Meskipun jumlah infeksi saat ini terus mengalami peningkatan, tetapi jumlah kasus kematian tidak mengalami peningkatan tajam.

Selain itu, kemampuan para petugas untuk melakukan tes dan menjaga jumlah infeksi juga telah mengalami perbaikan. 

Artinya, data dari kasus harian saat ini menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana virus menyebar.

Sementara pada saat gelombang pertama pandemi, sistem pengujian hanya mampu mencakup sebagian kecil dari mereka yang terinfeksi.

Strategi terkini

Strategi terkini dari negara-negara Eropa untuk menangani virus juga berbeda dengan saat gelombang pertama di mana penguncian (lockdown) ketat umumnya diberlakukan.

Saat penguncian tersebut, beberapa wilayah melarang warga untuk melakukan kegiatan di luar rumah dan harus memiliki atau membawa form izin agar dapat meninggalkan rumahnya.

Sementara, saat ini, pemerintah lebih bergantung pada penguncian di skala lokal dan regional, serta mendorong orang-orang untuk bekerja dari rumah, selalu menggunakan masker, dan menjaga jarak fisik.

Namun demikian, tidak semua negara di Eropa melakukan langkah atau pola yang sama.

Salah satunya adalah Italia. Negara ini merupakan negara pertama di Eropa yang sangat terdampak oleh virus, dengan sekitar 1.500 kasus baru per hari.

Jumlah tersebut lebih tinggi daripada rata-rata di bulan Juni, Juli, dan Agustus, tetapi lebih rendah dari puncak gelombang di bulan Maret dengan 6.554 kasus per hari.

Adapun Jerman dan Irlandia juga memperlihatkan peningkatan kasus, tetapi tidak sampai sama dengan yang terjadi di awal 2020.

Situasi di negara-negara ini berbanding terbalik dengan Amerika Serikat (AS), di mana wabah terus berlanjut dengan perkembangan yang lebih linear.

Perkembangan saat ini

Melansir Worldometers, Jumat (25/9/2020), negara dengan jumlah total kasus Covid-19 tertinggi di Eropa masih dicatatkan Rusia, yaitu dengan 1,1 juta kasus, disusul Spanyol, Perancis, Inggris, Italia, dan Jerman.

Sejumlah negara melaporkan lonjakan kasus baru pada beberapa waktu terakhir. 

Pada hari Kamis (24/9/2020), Perancis melaporkan 16.096 kasus dan Inggris dengan 6.634 kasus.

Uni Eropa sendiri membuat daftar tujuh negara yang dikategorikan memperoleh “perhatian tinggi”. Adapun negara-negara tersebut adalah:

  • Spanyol, di mana 11.289 kasus baru tercatat pada 23 September dan menjadi rekor
  • Malta, rekor 106 kasus baru pada 16 September
  • Romania, memperlihatkan kasus baru tertingginya, yaitu 1.600 kasus, setelah sebelumnya dapat mencegah tingginya puncak kasus
  • Bulgaria, di mana kondisi peningkatan kasus baru hampir mendekati rekor di bulan Juli, yaitu lebih dari 300 kasus
  • Kroasia, di mana kasus memuncak pada awal September, yaitu sebanyak 369 dan mengalami sedikit penurunan setelahnya
  • Hungaria, yang hampir tidak memiliki kasus  hingga September dan kemudian mencatatkan 1.070 kasus pada 20 September
  • Republik Ceko, yang juga sempat dapat menghindari tingginya puncak wabah, tetapi mencatatkan 3.123 kasus pada 17 September lalu.

#Melihat #Gelombang #Kedua #Pandemi #Corona #Eropa #Saat #Ini

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts