Karantina Karyawan untuk Cegah COVID di IMIP, Bukan Menyengsarakan

  • Whatsapp
covid imip
covid imip
banner 468x60

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengeluarkan kebijakan dan kewajiban yang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Kebijakan tersebut berupa karantina mandiri bagi seluruh karyawan yang baru saja cuti sebelum masuk bekerja kembali.

“PT IMIP menerapkan protokol yang mewajibkan karyawan yang merasa dirinya kurang sehat untuk segera memeriksakan diri ke klinik dan mematuhi rekomendasi medis, termasuk jika harus melakukan isolasi mandiri. Mereka juga tetap digaji sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Morowali sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Morowali, Ashar Ma’ruf. 

Ashar juga mendapatkan laporan bahwa beberapa karyawan yang sudah terlanjur cuti sebelum larangan cuti diberlakukan, tidak diizinkan sementara untuk kembali ke Morowali dalam rangka menekan angka penyebaran virus. 

Namun sayangnya, hal ini ditentang oleh beberapa oknum dan sempat berujung adanya aksi unjuk rasa atau demo. Padahal, langkah tersebut dilakukan oleh perusahaan agar menghambat laju penyebaran COVID-19 yang telah dilakukan oleh PT IMIP semenjak Januari 2020 bersama pemerintah daerah Morowali.

Sedangkan di tengah situasi pandemi yang belum berakhir, kerumunan massa demonstrasi dalam jumlah banyak sama saja menjadi bom waktu yang tidak dapat diprediksi bagi penyebaran COVID-19.

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah yang dilakukan oleh PT IMIP. Sementara tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19, PT IMIP merespons aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh beberapa oknum. Menurut Koordinator Hubungan Media, Dedy Kurniawan, karyawan yang telah selesai dirumahkan atau menjalani karantina telah dipanggil kembali untuk bekerja secara bertahap sejak 21 Juli 2020. Bukan tanpa alasan, karantina menjadi solusi untuk menangkal sebaran virus yang sulit diduga. Tujuannya demi keamanan bersama dan produktivitas kerja yang tidak terganggu.

“Seluruh karyawan yang mendapat panggilan itu wajib menjalani proses karantina selama 14 hari di tempat yang sudah disiapkan oleh perusahaan termasuk akomodasi berupa makan. Kebijakan itu diambil untuk betul-betul memastikan bahwa seluruh karyawan yang sempat dirumahkan bebas dari paparan COVID-19,” jelas Dedy. Menurutnya, pemanggilan kembali tahap kedua dan ketiga terhadap karyawan yang dirumahkan sementara dilakukan oleh pihak HRD. 

Selain adanya demonstrasi, PT IMIP juga sempat didesak oleh sejumlah pihak di Sulawesi Tengah agar operasional PT IMIP ditutup sementara guna mencegah penyebaran COVID-19. Hal ini menuai kritikan karena dinilai bukan solusi yang tepat. Lantaran, desakan tersebut tidak membawa jalan keluar yang nyata. 

Terdapat dua hal mendasar yang harus dipertimbangkan ketika mengeluarkan desakan kepada pemerintah untuk menutup atau menghentikan operasional perusahaan, walaupun itu sifatnya sementara. Pertama, bagaimana kondisi sosial ekonomi para pekerja setelah kebijakan itu ditetapkan? Kedua, bagaimana sosial ekonomi masyarakat yang ada di sekitar kawasan industri. 

Menutup perusahaan adalah alternatif terakhir. Jika segala upaya dan usaha telah dilakukan pemerintah dan pengusaha dalam mencegah penyebaran COVID-19, namun tidak berdampak maksimal. Barulah langkah tersebut dapat dilakukan.

Salah satu dampak negatif ketika dilakukan penutupan sementara operasional PT IMIP adalah terjadinya pemadaman listrik sejumlah daerah. Itu disebabkan pasokan listrik yang sebagian sumber energinya berasal dari PLTU yang ada di kawasan PT IMIP. 

Tak hanya itu, sektor telekomunikasi akan terdampak. Sebab, pemancar satu-satunya di wilayah tersebut masih mengandalkan listrik yang bersumber dari kawasan PT IMIP. Tanpa persiapan yang matang, bisa jadi wilayah Morowali akan kembali gelap gulita saat belum ada listrik dan sinyal telepon. 

Hal lainnya, apabila penutupan sementara dilakukan, bagaimana nasib para pedagang kecil yang selama ini menggantungkan pendapatannya dari penjualan makanan, kios, kos-kosan serta warung makan di sekitar kawasan industri tersebut?

Apakah pihak-pihak yang meminta penutupan sementara kawasan PT IMIP ini dapat menjamin ‘tak akan terjadi lonjakan harga dan kelangkaan barang serta sembako? Alangkah baiknya, penutupan operasional tersebut harus dipikirkan matang-matang. Sebab, upaya pencegahan penyebaran COVID-19 tidak hanya sekedar meminta penutupan operasional perusahaan. covid imip

Dengan kata lain, kesadaran diri mematuhi protokol kesehatan bagi para pelaku di kawasan PT IMIP sangatlah penting dilakukan, daripada menutup roda aktivitas obyek vital nasional. Patut diingat, obyek vital nasional berperan penting bagi kehidupan bangsa dan negara baik dilihat dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Related posts