Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com –  Paus merupakan hewan mamalia yang melakukan poligami. Seekor paus betina setelah melahirkan, akan merawat paus muda (anaknya) selama beberapa bulan.

Read More

banner 300250

Selama musim kawin, paus jantan akan bersanggama di bawah air dengan betina, dalam ritual kawin kompleks yang sangat bervariasi dari spesies ke spesies.

Perkawinan memerlukan migrasi panjang ke tempat berkembang biak samudera, vokalisasi atau bernyanyi, dan terkadang sekelompok besar paus jantan akan berkompetisi mendapatkan paus betina.

Dilansir dari Sciencing, (24/4/2017), para paus betina akan bersaing memperebutkan betina dengan menunjukkan dominasi yang kejam dan bisa jadi dalam suasana yang sengit.

Bisa dikatakan seperti dalam “aliran panas” yang kejam, di mana hiu jantan dengan bagian punggung yang lebih membungkuk saling memukul dengan sirip dan kepala untuk membangun dominasi dan memenangkan peluang kawin dengan betina.

Perkawinan yang lebih damai biasa dilakukan oleh paus abu-abu, di mana betina kawin dengan satu jantan, sambil didukung dari bawah oleh jantan lain yang tidak akan kawin dengannya.

Paus jantan akan mengembungkan kulit di sekitar tenggorokannya agar tampak lebih besar, kemudian menampar permukaan air dengan siripnya, atau meniup gelembung saat pacaran.

Alih-alih terlibat dalam kompetisi dominasi, beberapa paus mungkin memilih untuk menyanyikan vokalisasi serak untuk menarik perhatian betina.

Nyayian tersebut terdiri dari serangkaian suara yang menyerupai bunyi klik, erangan, dan suara-suara lain yang berjalan jauh di bawah air.

“Mungkin hal ini bertujuan untuk menunjukkan kepada betina lokasi jantan yang siap kawin,” menurut Peter Tyack dari Woods Hole Oceanographic Institution.

Ilmuwan lain, seperti peneliti kelautan di University of Massachusetts di Dartmouth, menyatakan, bahwa nyanyian paus lebih kompleks daripada vokalisasi perkembangbiakan.

Sebenarnya hal ini dapat digunakan oleh paus sebagai bahasa untuk berkomunikasi sepanjang tahun.

 

Ilustrasi paus pembunuh (Orca whale) berenang di lautan lepas.

Setelah paus jantan dan betina bertemu satu sama lain dan melakukan pacaran saat menyelam, paus jantan akan ke posisi di atas betina dengan sedikit miring.

Perut paus jantan akan menyentuh sisi betina. Kemudian sperma paus jantan akan ke dalam ventilasi paus betina, terkadang bahkan saat berenang.

Setelah pembuahan, anak paus membutuhkan waktu antara 1 tahun hingga 15 bulan untuk berkembang di dalam rahim.

Mamalia besar memiliki masa kehamilan satu tahun atau lebih, dan 5–6 bulan menghabiskan waktu menyusui anak yang baru lahir. Paus umumnya berkembang biak setiap 2 tahun sekali.

 

Anak paus akan lahir ketika siap untuk berenang dan mengikuti induknya dalam migrasi laut setidaknya selama 6 bulan ke depan.

Selama waktu ini, sejumlah besar paus berkumpul di perairan tropis yang lebih hangat, seperti di dekat Hawaii dan Hindia Barat.

Sekelompok paus bungkuk ditemukan kawin antara bulan Oktober dan Maret.

Bukan hal yang aneh bagi paus jantan dan betina untuk kawin beberapa kali dengan individu yang berbeda dalam satu musim kawin.

#Kamasutra #Satwa #Paus #Jantan #Bernyanyi #untuk #Ajak #Betina #Kawin

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts