Itinerary Seharian di Ubud Bali, Bisa ke Bukit dan Pura

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Ubud masuk dalam penghargaan 25 Kota Terbaik di Dunia dalam penghargaan World’s Best Awards 2020 versi Travel+Leisure, majalah wisata berbasis di Amerika Serikat (AS).

Read More

banner 300250

Hal ini karena Ubud memiliki daya tarik tersendiri yang digemari baik oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Jika berencana untuk berlibur ke Ubud dalam waktu dekat, tetapi tidak memiliki waktu yang banyak, kamu tetap bisa berkeliling Ubud dalam satu hari dengan mengikuti panduan perjalanan yang telah Kompas.com rangkum, Jumat (18/9/2020).

Berikut itinerary  satu hari di Ubud, Bali.

Ubud merupakan salah satu daerah di Kabupaten Gianyar yang populer di kalangan wisatawan. Guna mengantisipasi kemacetan dan perjalanan yang lancar, kamu bisa menyewa motor.

Selain karena lebih asyik menjelajahi Ubud dengan motor, kamu juga bisa dengan mudah mengakses tempat wisata yang mungkin akan sulit dijangkau oleh mobil.

Harga penyewaan motor di sana beragam tergantung dari jenis motor dan perlengkapan yang diberi. Harganya berada di kisaran Rp 60.000 – Rp 200.000, dan ada yang termasuk peminjaman helm atau jas hujan.

Memulai aktivitas sejak pagi hari mungkin akan melelahkan bagi sebagian orang. Jika ingin menyegarkan tubuh dan mata, kamu bisa sarapan di restoran tengah sawah bernama Sari Organik.

Dok MLDSpot Content Hunt Seasion 2 Restoran Sari Organik ada di tengah sawah di Ubud, Gianyar Bali

Pemandangannya yang indah mungkin akan membuatmu lupa akan rasa lelah. Restoran ini berlokasi di Jalan Subak Sok Wajah, Tjampuhan.

Pilihan hidangan yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari Sari Oriental Breakfast, Chowder, nasi goreng, mi goreng, spaghetti, pizza, hingga Balinese Crepe. Harganya mulai dari Rp 23.000.

Setelah mengisi perut dan menyegarkan tubuh, kamu bisa mulai perjalanan ke Bukit Campuhan. Jaraknya hanya sekitar 2,9 km menggunakan motor.

Tempat wisata ini terletak di Jalan Bangkiang Sidem. Untuk menuju puncak, kamu bisa memulai perjalanan dari depan Pura Gunung Lebah.

Bukit Campuhan memiliki alam terbuka, dengan pemandangan hijaunya lanskap Ubud. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Bukit Campuhan memiliki alam terbuka, dengan pemandangan hijaunya lanskap Ubud.

Trek yang harus ditempuh sebelum tiba di puncak Bukit Campuhan adalah sekitar 2 km dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit.

Selama trekking, kamu bisa menikmati pemandangan alam yang ditawarkan dan menghirup segarnya udara pagi di Ubud.

Setibanya di puncak bukit, kamu bisa lihat matahari terbit dan berfoto-foto di tempat yang digadang-gadang sebagai paling Instagramable di Pulau Dewata.

Bagian Puri Ubud di Gianyar Bali yang rencananya akan dikunjungi Raja SalmanKOMPAS.COM/Ira Rachmawati Bagian Puri Ubud di Gianyar Bali yang rencananya akan dikunjungi Raja Salman

 

  • Bersantai sejenak di Istana Puri Saren

Istana Puri Saren, juga dikenal dengan Ubud Palace, terletak di Jalan Raya Ubud No.8. Tepatnya sekitar 1,7 km dari Bukit Campuhan menggunakan motor.

Setibanya di sana, wisatawan akan langsung disambut oleh gerbangnya yang dipenuhi oleh ornamen dan relief khas Bali yang membuatnya terlihat megah dan mempesona.

Sembari melihat keindahan gaya arsitektur tempat wisata sejarah tersebut, kamu bisa bersantai sejenak di bale yang tersedia di sana.

  • Lihat karya seni pelukis terkenal

Setelah melihat keindahan ornamen dan relief khas Bali di Istana Puri Saren, kamu bisa langsung menuju The Blanco Renaissance Museum untuk lihat keindahan karya seni pelukis terkenal.

Museum tersebut terletak di Jalan Raya Campuhan. Tepatnya sekitar 1 km dari Istana Puri Saren menggunakan motor.

Ruang dalam museum Blanco.blancomuseum.com Ruang dalam museum Blanco.

Di sana, banyak sekali lukisan tentang perempuan milik pelukis terkenal Don Antonio Blanco. Ada juga karya dari Mario Antonio Blanco yang merupakan anaknya.

Bagian dalam museum memiliki dekorasi khas bangunan megah di Eropa. Bingkai setiap lukisannya pun terlihat indah. Kamu bisa menikmati keindahan lukisan sambil berfoto-foto di sana.

  • Makan siang di Littletalks Ubud

Setelah melihat-lihat karya seni di The Blanco Renaissance Museum, kamu bisa jalan kaki ke Littletalks Ubud untuk makan siang. Jaraknya hanya sekitar 6 meter saja.

Cafe tersebut memiliki nuansa tenang dan sejuk. Hal ini lantaran Littletalks juga merupakan sebuah perpustakaan yang menawarkan pemandangan pepohonan hijau rindang yang masih asri.

Cafe dan perpustakaan Littletalks Ubud di Bali.dok. Instagram @littletalksubud Cafe dan perpustakaan Littletalks Ubud di Bali.

Jika ingin ngopi santai, beberapa pilihan yang disajikan adalah Vietnam Drip, Espresso, Cafe au lait, Piccolo, dan Mochaccino.

Ada juga minuman lain seperti Iced/Hot Ginger Lime, Es Teler, Fresh Juice, dan Milkshake. Harga minuman berada di kisaran Rp 18.000 – Rp 35.000.

Untuk pilihan makanan, beberapa menu yang bisa dipilih adalah Pink Pataya Smoothie Bowls, Sweet Pancake, dan Ultimate Grilled Cheese Sandwich. Harganya berada di kisaran Rp 30.000 – Rp 60.000.

 

  • Foto-foto di Pura Taman Saraswati

Pura Taman Saraswati terletak di Jalan Kajeng. Tepatnya sekitar 1 km menggunakan motor dari Littletalks Ubud.

Di sana, kamu bisa lihat kemegahan bangunan pura yang dihiasi oleh dua kolam besar yang dipenuhi oleh bunga teratai.

Jalur yang membelah kedua kolam tersebut kerap dijadikan sebagai spot foto oleh wisatawan. Sebab, pura yang dijadikan sebagai latar belakang terlihat menarik dan indah.

Usai berfoto-foto, pengunjung bisa menjelajahi area pura untuk mengagumi keindahannya sambil mempelajari budaya Bali.

  • Main sama kera di Sacred Monkey Forest

Salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi saat berada di Ubud adalah Sacred Monkey Forest. Letaknya di Desa Padangtegal, atau sekitar 2 km menggunakan motor.

Di sana, kamu bisa melihat sekitar 749 ekor kera berada di habitat aslinya. Meski begitu, para kera lincah ini jinak dan tidak takut dengan manusia.

Kamu bisa bermain bersama mereka sambil berfoto-foto. Selain itu, kamu juga bisa menjelajahi hutan di sana dan melihat Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Beji, dan Pura Prajapati.

  • Belanja oleh-oleh di Pasar Seni Ubud

Pasar Seni Ubud berlokasi di Jalan Raya Ubud. Tepatnya sekitar 1,4 km dari Sacred Monkey Forest menggunakan motor.

Di sana, kamu bisa melihat berbagai macam kerajinan tangan yang dijual oleh masyarakat setempat dengan harga yang beragam.

Pedagang menata kerajinan yang dijual di Pasar Ubud, Bali, beberapa waktu lalu. Ubud, sebagai salah satu kawasan yang dikunjungi banyak wisatawan asing, menjadi tempat yang potensial untuk memasarkan aneka produk kerajinan. Selain dari Bali, kerajinan yang dipasarkan di tempat ini juga dipasok dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.KOMPAS/HERU SRI KUMORO Pedagang menata kerajinan yang dijual di Pasar Ubud, Bali, beberapa waktu lalu. Ubud, sebagai salah satu kawasan yang dikunjungi banyak wisatawan asing, menjadi tempat yang potensial untuk memasarkan aneka produk kerajinan. Selain dari Bali, kerajinan yang dipasarkan di tempat ini juga dipasok dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Mulai dari baju, perhiasan seperti cincin taua kalung, lukisan, hingga patung bisa kamu temukan di sana. Ada juga tas rotan khas Bali yang terlihat unik.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

#Itinerary #Seharian #Ubud #Bali #Bisa #Bukit #dan #Pura

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts