Hanya karena Tak Diizinkan Bekerja di Pabrik, Anak Aniaya Ayah dan Ibunya hingga Kritis

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – AMH (27), warga asal Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ditangkap karena menganiaya ayah dan ibunya, Yasin (70) dan Muripah (65).

Read More

banner 300250

Tindakan keji AMH terjadi pada Sabtu malam (26/9/2020) sekira pukul 21.00 WIB, saat kondisi kampung sepi. Diketahui warga khususnya laki-laki tengah menghadiri acara pemakaman.

AMH menganiaya kedua orangtuanya dengan sebilah pisau dapur. Dia dengan sengaja mengarahkan sabetan pisau ke leher saat kedua orangtuanya tidur.

Namun, perbuatan AMH diketahui kedua korban hingga terjadi keributan.

Keributan tersebut didengar warga yang kemudian berbondong-bondong mendatangi rumah AMH. Warga kaget melihat korban sudah berlumuran darah dan pelaku yang sedang memegang pisau.

Warga kemudian berupaya menangkap pelaku. Namun, AMH yang sedang memegang senjata tajam berupaya melawan.

“Warga beramai-ramai menangkap pelaku dengan menindih dan menyingkirkan pisau, sedangkan korban masih tergeletak di kasur,” ujar seorang warga bernama Imam, dikutip dari Surya, Minggu (27/9/2020.

Warga lainnya berupaya membawa korban yang sudah dalam keadaan terkapar mengeluarkan banyak darah ke rumah sakit terdekat.

“Sudah banyak darah di kasur dan korban masih sadar. Korban kondisinya kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit,” terangnya.

Anggota Polsek Mojoanyar dan Sat Reskrim Polres Mojokerto yang tiba di lokasi kejadian kemudian membawa pelaku ke kantor polisi. 

Motif

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy mengatakan, dari hasil pemeriksaan, AMH menganiaya kedua orangtuanya karena emosi dilarang bekerja di pabrik pengolahan kayu di Kabupaten Sidoarjo.

 

“Hasil pendalaman kami dari serangkaian penyelidikan itu menyimpulkan bahwa yang bersangkutan ini emosional. Ada kekesalan pelaku terhadap orangtuanya,” ungkapnya di Mapolres Mojokerto, Senin (28/9/2020).

Pelaku awalnya bekerja sebagai tukang bubur keliling. Namun, belakangan ini, pelaku memang sudah tidak mau bekerja lagi.

AMH naik pitam lantaran kedua orangtuanya tetap bersikukuh melarang dia untuk bekerja ke luar kota, sehingga dia hendak menganiaya korban.

Saat diperiksa, kondisi AMH baik-baik saja, bahkan pelaku lancar menjawab dan mengetahui apa yang dilakukannya. Adapun AMH menyesali perbuatannya.

“Ya, menyesali perbuatan yang dilakukan dan itu tindakan yang dilakukan (diakui) oleh bersangkutan adalah karena emosional, jadi tidak ada perencanaan sebelumnya, hanya spontan saja,” ujar dia.

Kondisi Yasin dan Muripah kini mulai membaik dan masih dirawat intensif di RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: Ternyata Cuma Gara-gara Ini, Seorang Anak di Mojokerto Tega Gorok Kedua Orang Tuanya

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: Sosok Adi Murdiyanto Anak Durhaka yang Tega Menggorok Leher Ayah dan Ibunya di Mojokerto, Tidak Gila

#Hanya #karena #Tak #Diizinkan #Bekerja #Pabrik #Anak #Aniaya #Ayah #dan #Ibunya #hingga #Kritis

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts