Gerebek Persembunyian Teroris, Arab Saudi Tuduh Iran Pelatihnya

  • Whatsapp
banner 468x60

RIYADH, KOMPAS.com – Otoritas Arab Saudi pekan lalu membobol tempat persembunyian teroris yang dituduh dilatih oleh Garda Revolusi Iran, menangkap 10 orang dan menyita senjata dan bahan peledak.

Read More

banner 300250

Laporan itu diungkapkan oleh Seorang Juru Bicara Keamanan Arab Saudi, Senin (28/9/2020), sebagaimana dilansir dari The National.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Presidensi Keamanan Negara menyatakan tiga dari mereka yang ditahan telah menerima pelatihan di Iran oleh Garda Revolusi Iran pada Oktober 2017 tentang pembuatan bahan peledak.

Presidensi Keamanan Negara diawasi oleh Raja Arab Saudi dan Putra Mahkota.

Pernyataan tersebut menambahkan senjata dan bahan peledak telah disita di sebuah rumah dan peternakan.

Tempat persembunyian itu dibobol oleh pasukan keamanan pada 23 September. Sejumlah senjata seperti senapan dan pistol disita di dua lokasi, kata badan keamanan itu.

Badan keamanan tidak memberikan lebih banyak detail atau bukti lebih lanjut mengenai tempat persembunyian tersebut, seperti di mana lokasi tempat persembunyian itu.

Pernyataan itu menambahkan identitas mereka yang ditahan juga belum terungkap karena penyelidikan masih berlangsung.

Arab Saudi dan Iran adalah rival lama, ketegangan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.

Terutama sejak pemerintahan Trump mulai memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran yang secara efektif melarang Iran mengekspor minyaknya.

Arab Saudi menyalahkan Iran berada di balik serangan terhadap target fasilitas minyak Arab Saudi tahun lalu, termasuk serangan rudal dan drone di kilang minyak mentah terbesar Aramco di bagian timur kerajaan.

Pemberontak Yaman, Houthi, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan Iran membantah terlibat.

 

Penyelidikan dari PBB lantas diluncurkan dan menyimpulkan bahwa rudal itu berasal dari Iran.

Arab Saudi juga menuduh Iran ikut campur di Yaman dengan mendukung Houthi ketika mereka menggulingkan pemerintah yang didukung secara internasional dari ibu kota pada akhir 2014.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Minggu (27/9/2020).

Keduanya membahas pekerjaan penting untuk memajukan bantuan kemanusiaan dan perdamaian di Yaman, kebutuhan untuk meningkatkan stabilitas Teluk, dan penandatanganan Perjanjian Abraham.

#Gerebek #Persembunyian #Teroris #Arab #Saudi #Tuduh #Iran #Pelatihnya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts