Fenomena Cantik Nebula Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang, Asalkan…

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com- Nebula merupakan salah satu fenomena langit yang menarik layaknya aurora dan menjadi dapat dijumpai di langit Indonesia.

Read More

banner 300250

Seperti yang pemandangan Nebula Amerika Utara (NGC 7000) yang diambil pada panjang gelombang H-alpha, O III dan S II di Balai Pengelola Observatorium Nasional, Kupang.

Gambar yang tertangkap layar oleh M Rayhan dari Planetarium dan Observatorium Jakarta, bersama MD Danariantor dari BPON Lapan, merupakan komposit citra observasi selama 4 jam 40 menit.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Emanuel Sungging menjelaskan bahwa Nebula itu seperti awan, tetapi tersusun dari debu dan gas, yang bisa terionisasi saking panasnya.

 

Alhasil, dari proses ionisasi panas yang terjadi itu membuat Nebula tampak berwarna-warni di langit.

“Jadi warna-warni itu bisa menceritakan kondisi panasnya si nebula,” kata Emanuel kepada Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Bagaimana mengamati fenomena Nebula?

Fenomena Nebula bisa diamati dengan mempergunakan bantuan berbagai alat optik termasuk teleskop.

Emanuel menuturkan, kalau penampakan Nebula seperti di rasi Orion, maka ada peluang bisa dilihat langsung atau hanya dengan mata telanjang.

“Tapi itu ditentukan juga adanya polusi cahaya,” ujarnya.

NASA, ESA and J. Kastner (RIT) Kemampuan unik teleskop Nasa Hubble menangkap gambar NGC 7027 yang merupakan nebula dengan wujud mirip jewel bug atau serangga permata.

Nebula yang tertangkap kamera di Kupang tersebut memang merupakan suatu hal menarik tetapi sangat mungkin terjadi karena polusi cahaya yang rendah.

Sehingga, peluang untuk bisa mengamati fenomena benda-benda langit termasuk pemandangan Nebula yang inidah ini menjadi lebih baik.

“Jadi kalau memang kondisi langit memungkinkan, kita bisa mengamati dan memotret Nebula,” ucap dia.

Untuk diketahui, penampakan fenomena Nebula ini ukurannya bisa mencapai 10 kali lebih besar daripada diamater bulan.

 

Namun, jika kondisinya pendaran cahayanya sangat redup, maka kondisi atmosfer di Bumi selain polusi cahaya tadi, itu juga akan mempengaruhi penampakan yang terlihat.

“Itu akan menentukan obyek tersebut (nebula) bisa diamati atau tidaknya,” tuturnya.

Sementara itu, fenomena Nebula biasanya terjadi ketika ada ledakan supernova, adanya sisa-sisa bintang mati dan juga adanya gas hidrogen yang terionisasi oleh radiasi bintang muda seperti yang terjadi di Kupang.

#Fenomena #Cantik #Nebula #Bisa #Dilihat #dengan #Mata #Telanjang #Asalkan

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts