Dentuman Misterius di Jakarta, BMKG Tegaskan Butuh Tinjauan Mendalam

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Daryono menegaskan, dentuman yang terdengar di Jakarta pada Minggu (20/9/2020) malam tidak disebabkan oleh aktivitas gempa tektonik.

Read More

banner 300250

“Hasil monitoring BMKG menggunakan sensor gempa yang terpasang dekat Jakarta, yaitu di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB,” terang Daryono dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com.

Kendati demikian, BMKG mencatat ada beberaa aktivitas petir dalam rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga.

Berdasar hasil monitoring petir BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan beberapa aktivitas petir di sekitar Gunung Salak, Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

“Aktivitas petir tadi malam hanya ada di sekitar Gunung Salak, tidak ada di kawasan lain,” kata Taufan Maulana, Kabag Humas BMKG kepada Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Dia menyampaikan, petir dapat menimbulkan suara dentuman keras.

Akan tetapi, dirinya tidak dapat memastikan apakah suara dentuman tersebut benar disebabkan oleh petir.

“Petir yang terjadi (di Gunung Salak) belum dapat dikonfirmasi apakah berkaitan dengan dentuman,” ujar Taufan.

“Perlu kajian ilmiah lebih jauh dan hingga saat ini (dugaan petir) masih asumsi saja, belum pasti,” imbuhnya.

BMKG/Daryono Pantauan aktivitas petir di sekitar Gunung Salak, Bogor, Minggu (20/9/2020) malam. BMKG menduga, suara dentuman misterius berasal dari aktivitas ini.

Pengakuan warga

Diberitakan Kompas.com pagi tadi, bunyi dentuman diakui sejumlah warga terdengar sebanyak dua kali sekitar pukul 19.45 WIB, hingga menyebabkan benda bergetar.

Surti (52), warga Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengatakan, suara dentuman tersebut terdengar cukup keras sebanyak dua kali dengan jeda waktu yang tidak terlalu lama.

“Kedengaran dua kali suaranya, kencang banget pas saya lagi menonton TV di rumah. Sekitar habis isya-lah kedengaran,” ujar Surti kepada Kompas.com, Minggu.

Surti mengatakan bahwa dentuman tersebut terdengar asing karena suaranya tidak seperti suara gemuruh ketika menjelang hujan.

Namun, dia mengaku tidak terlalu menghiraukan peristiwa itu kendati suaranya terdengar sangat jelas dari dalam rumahnya.

“Memang kencang, tapi biasa saja pas dengar. Kayak suara apa ya, begitu. Tapi ya sudah, mungkin mau hujan saya pikir begitu,” ucapnya.

Pengakuan sama disampaikan Dian (30), yang tinggal di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Dia mengaku mendengar dentuman pertama yang suaranya lebih kencang.
Kemudian, sekitar 1 menit kemudian, terdengar dentuman berikutnya.

Menurut Dian, saat itu di wilayah Kalibata tidak ada tanda-tanda hujan, yang biasanya ditandai suara petir yang menggelegar.

#Dentuman #Misterius #Jakarta #BMKG #Tegaskan #Butuh #Tinjauan #Mendalam

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts