BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Indonesia adalah negara yang berpotensi rawan bahaya gempa bumi dan tsunami.

Read More

banner 300250

Memperbanyak riset dan mensosialisakan hasil kajian terkait, menjadi salah satu saran mitigasi dari pakar tsunami.

Hal ini disampaikan oleh Pakar tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko terkait kegelisahan masyarakat tentang hasil riset tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang potensi gempa megathrust dan tsunami mencapai ketinggian 20 meter di selatan Pulau jawa.

Widjo berkata, upaya mitigasi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan riset atau kajian terkait dengan sumber ancaman, survei laut dan aspek sosial.

“Tetapi, hasilnya perlu disosialisasikan dan dijadikan kebijakan,” kata Widjo kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2020).

Mitigasi tersebut dapat melengkapi mitigasi lainnya berupa edukasi-sosialisasi tsunami kepada masyarakat, pembangunan tata ruang, dan integrasi sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS).

Widjo juga menambahkan, kebijakan pengurangan risiko bencana (PRB) harus berdasarkan data sains dan riset yang kuat.

Penelitian potensi tsunami di Indonesia

Menyoal isu yang sama, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan, penelitian terkait potensi gempa bumi dan tsunami memang sudah dilakukan sebelum isu riset ITB yang viral baru-baru ini.

Sejak beberapa tahun yang lalu, beberapa peneliti telah melakukan kajian potensi kejadian tsunami di Pantai Selatan Jawa yang dapat mencapai ketinggian 20 meter akibat gempa bumi megathrust.

Metode, pendekatan, dan asumsi yang dilakukan dalam setiap penelitian tersebut berbeda, tetapi hasilnya kurang lebih sama, yaitu potensi terjadinya tsunami dengan ketinggian sekitar 20 meter, dalam waktu 20 menit gelombang tiba di pantai sejak terjadinya gempa.

Penelitian tersebut antara lain dilakukan oleh Widjo Kongko (2018), Ron Harrus (2017-2019), dan yang terakhir oleh tim lintas lembaga yang dipimpin oleh ITB.

“Hasil penelitian tersebut diperlukan untuk menguatkan sistem mitigasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami,” tegas Dwikorita.

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Akan tetapi, kata dia, sebenarnya potensi kejadian gempa bumi dan tsunami di Indonesia ini tidak hanya berada di pantai selatan Jawa saja, melainkan di beberapa kategori wilayah.

Di antaranya berpotensi terjadi di sepanjang pantai yang menghadap Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, di pantai yang berdekatan dengan patahan aktif yang berada di laut (busur belakang atau back arc thrusting), ataupun membentang sampai ke laut, dengan berbagi potensi ketinggian gelombang tsunami.

Potensi tsunami 20 meter dan mekanisme pemodelan riset ITB

Hasil riset yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report pada Kamis (17/9/2020), didukung oleh BMKG, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan analisis data-data kegempaan BMKG dan pemodelan tsunami dengan beberapa skenario.

Skenario terburuk mengasumsikan, jika terjadi gempa bumi secara bersamaan di 2 segmen megathrust yang ada di selatan Jawa bagian Barat dan selatan jawa bagian Timur, maka berpotensi mengakibatkan tsunami dengan tinggi gelombang maksimum 20 meter.

Tinggi gelombang maksimum 20 meter tersebut bisa terjadi di salah satu area di selatan Banten, dan mencapai pantai dalam waktu 20 menit sejak terjadinya gempa.

Dwikorita menjelaskan, mekanisme kejadian tsunami yang dimodelkan ini serupa dengan kejadian tsunami Banda Aceh tahun 2004.

Di mana kejadian di Banda Aceh tahun 2004 itu terjadi diakibatkan oleh gempa bumi dengan M 9,1 dan tsunami mencapai pantai dalam waktu kurang lebih 20 menit.

“Hasil pemodelan ini dapat juga menjadi salah satu acuan bahwa lahan di pantai yang berada pada ketinggian lebih dari 20 meter, relatif lebih aman terhadap ancaman bahaya tsunami,” jelasnya.

Dwikorita juga menambahkan, berdasarkan hasil pemodelan tersebut, poin utama yang menjadi penting adalah langkah mitigasi untuk penyiapan jalur dan tempat evakuasi, ataupun penataan lahan di daerah rawan tsunami.

Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Lakukan 3 Saran Mitigasi Ini

#BMKG #Dukung #Mekanisme #Riset #Potensi #Tsunami #ITB #dan #Kajian #Sebelumnya #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts