8 Kedai Kopi Legendaris di Jakarta, Kopi Es Tak Kie sampai Kwang Koan Kopi Johny Halaman all

  • Whatsapp
banner 468x60

KOMPAS.com – Terdapat sejumlah kedai kopi legendaris di Jakarta, salah satunya bahkan berdiri lebih dari 100 tahun.

Read More

banner 300250

Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa budaya mengopi telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia sejak lama sekali.

Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kamu dapat memesan kopi secara online maupun takeaway. Bisa membeli kopi jadi maupun biji dan bubuk. Nantinya dapat kamu seduh sendiri di rumah.

1. Kopi Es Tak Kie

Kedai Kopi Es Tak Kie telah berdiri sejak 1927. Kedai yang legendaris ini berawal dari warung kopi kaki lima yang didirikan oleh seorang bernama Liong Kwie Tjong.

Karena warung kopinya kala itu laku keras, ia pun memutuskan untuk menyewa kios kecil di sebuah rumah bergaya Belanda. Sejak berdiri 1927 silam, lokasi kedai kopi tersebut tak berubah hingga sekarang.

Sajian andalan di sini adalah Kopi O atau kopi hitam original. Paling enak jika memesan Kopi O dingin agar segar setelah menembus kota Jakarta yang panas.

Letak kedai ini memang agak ke pelosok, tepatnya di Gang Gloria, Glodok, Jalan Pintu Besar Selatan, Taman Sari, Jakarta Barat.

Walaupun terletak di gang, kedai kopi ini punya banyak pelanggan setia. Di antaranya para pejabat dari berbagai periode pemerintahan hingga selebriti.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemilik kedai kopi es Tak Kie, Latif Yunus Membawa secangkir kopi di kedainya di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Jumat (2/5/2014). Kedai kopi tua ini dirintis oleh Liong Kwie Tjong, kakek dari Latif Yunus sejak 1927.

2. Kopi Warung Tinggi PD atau Tek Sun Ho

Tak jauh dari Kopo Es Tak Kie, ada Kopi Warung Tinggi PD atau Tek Sun Ho. Letaknya memang cukup tersembunyi, sehingga akan agak sulit dicari.

Letak tepatnya ada di Jalan Tangki Sekolah Nomor 6, Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat.

Dahulu Tek Sun Ho adalah nama resmi kedai kopi ini. Nama Tek Sun Ho pun diganti jadi Warung Tinggi. Pasalnya, pada masa Orde Baru Presiden Soeharto mewajibkan semua orang keturunan China menggunakan nama Indonesia.

Kopi Warung Tinggi ini ternyata merupakan kedai kopi tertua di Indonesia karena telah berdiri sejak 1878 atau telah berusia lebih kurang 142 tahun.

Sesuai namanya, warung ini didirikan oleh seorang bernama Tek Sun. Anak angkatnya yang bernama Liaw Tek Siong kemudian meneruskan kedai kopi ini.

Kopi yang sudah dikemas dari Kopi Warung Tinggi. DOK. PRIBADI CINDY TAN Kopi yang sudah dikemas dari Kopi Warung Tinggi.

Hal yang unik, sebenarnya kedai kopi ini berawal sebagai warung nasi. Namun ternyata pelanggan lebih banyak memesan kopi buatan Tek Sun ketimbang nasinya.

Maka dari itu, Tek Sun pun menutup warung nasi dan membuka kedai kopi. Hingga kini, ada lebih dari 200 jenis kopi racikan di Kopi Warung Tinggi ini. Salah satu yang khas adalah kopi luwak original.

Tak itu saja, Kopi Warung Tinggi juga hanya menjual biji kopinya saja, tidak menyajikannya. Sehingga cocok untuk masa PSBB sekarang untuk kamu beli dan racik sendiri di rumah.

3. Kong Djie Coffee, Cideng

Kedai kopi ini terletak di Jalan Biak, Jakarta Pusat. Kedai kopi Kong Djie sebenarnya berasal dari Manggar, Belitung dan telah berdiri sejak 1943. Cabang ini merupakan cabang pertama Kong Djie di Jakarta.

Menu andalan di sini tentu saja Kopi O dan kopi susu panasnya. Kamu bisa memilih antara biji kopi robusta atau arabika di sini.

Kopi O atau kopi hitam murni Kong Djie, siap tersaji dan diseruput. Harganya Rp 8.000, kopi susu Rp 10.000 dan es kopi susu Rp 15.000.Nicholas Ryan Aditya Kopi O atau kopi hitam murni Kong Djie, siap tersaji dan diseruput. Harganya Rp 8.000, kopi susu Rp 10.000 dan es kopi susu Rp 15.000.

4. Bakoel Koffie

Bakoel Koffie terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 25, Menteng, Jakarta Pusat. Pendiri warung kopi ini sama dengan Warung Tinggi PD, yakni Tek Sun Ho.

Jika Warung Tinggi menjual biji kopinya saja, maka Bakoel Koffie menjual kopi yang sudah diracik dan berbentuk kafe.

Generasi keempat dari Tek Sun Ho pada 2003 lalu meluncurkan kembali toko kopi Tek Sun Ho dalam bentuk kafe yang dinamakan Bakoel Koffie ini. Saat itu lokasi pertamanya di Cikini, Jakarta Pusat.

Sejak itu hingga 2010, cabangnya sudah bertambah delapan cabang yang tersebar di Jakarta seperti di Barito, Pondok Indah Mall, Cikini, Juanda, Senopati, Bellagio, La Piazza Kelapa Gading, Bintaro Sektor 3, dan Bintaro Sektor 7.

Sesuai namanya, ikon kedai kopi ini adalah seorang wanita atau penjaja kopi di masa lalu yang memikul bakul di atas kepalanya.

Konon katanya wanita pada ikon tersebut adalah pemasok kopinya. Suatu hari ibu-ibu tersebut menawarkan biji kopi yang baru dipetik pada Tek Sun, padahal saat itu biji kopi bisa dibilang masih langka.

Setelah itu Tek Sun pun mulai mengolah biji kopi tersebut menjadi minuman yang berkembang terus menjadi kedai kopi dan kafe seperti sekarang.

 

Toko kopi luwak Gondangdia, Jakarta PusatDokumentasi pribadi Cindy Tan Toko kopi luwak Gondangdia, Jakarta Pusat

5. Toko Kopi Luwak Gondangdia

Kopi Luwak Gondangdia terletak di Jalan Srikaya I Nomor 25, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Letaknya cukup tersembunyi dan tak jauh dari pasar dan Stasiun Gondangdia.

Tokonya sangat kecil tapi sangat populer sejak berdiri pada 1930 silam. Pasalnya toko kopi ini sempat jadi langganan Presiden Soeharto.

Jenis kopi yang dijual sebenarnya tidak banyak, hanya jenis arabika dan robusta saja. Uniknya walau bernama kopi luwak, tapi toko ini tidak menyediakan kopi luwak sama sekali.

Dulunya toko ini disebut Toko Kopi Cap Burung Kenari karena dulu di daerah tersebut semua toko kopi memakai nama burung.

Nama tersebut berubah pada 2012 karena meminjam kepopuleran kopi luwak pada masa itu. Kini toko dikelola oleh Yulin, generasi ketiga Toko Kopi Luwak Gondangdia.

Untuk stok kopi di rumah saat PSBB, kamu bisa coba kopi di Toko Kopi Luwak Gondangdia ini. Kamu bisa beli per kilogram, baik untuk kopi yang berbentuk biji ataupun yang sudah digiling sekaligus.

Yulin, pemilik toko kopi Luwak Gondangdia, tengah menuang biji kopi ke dalam kemasan.Dokumentasi pribadi Cindy Tan Yulin, pemilik toko kopi Luwak Gondangdia, tengah menuang biji kopi ke dalam kemasan.

6. Phoenam Coffee Shop

Kedai kopi ini terletak tak jauh dari Toko Kopi Luwak Gondangdia, tepatnya di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 12 Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Sebenarnya Phoenam Coffee Shop ini berasal dari Makassar dan sudah ada sejak 1946. Kedai ini kemudian membuka cabang di Jakarta dengan tetap menghadirkan kopi khasnya yakni kopi Toraja.

Kamu bisa menikmati secangkir kopi hitam atau kopi susu di sini ditemani dengan sepiring kecil pisang goreng dan roti panggang.

Toko kopi Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota, Jatinegara, Jakarta TimurDokumentasi pribadi Cindy Tan Toko kopi Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota, Jatinegara, Jakarta Timur

7. Toko Sedap Djaja Wong Hin atau Kopi Bis Kota

Terletak di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, kedai kopi ini telah berdiri sejak 1943 dan kini dikelola oleh generasi ketiga.

Selain menjual kopi jenis arabika dan robusta, kedai ini juga menjual kopi jenis WB yang unik. Kopi ini berasal dari Jawa, dan berasal dari biji kopi belum matang yang sengaja dipetik.

Biji kopi yang masih berwarna kuning dan hijau sengaja dipetik lalu diproses seperti biasa. Hal itu menyebabkan kandungan kafein pada biji kopi ini bisa dibilang cukup tinggi dan rasanya jadi unik.

Uniknya lagi, kedai kopi ini tergabung jadi satu lokasi dengan toko sembako. Jadi jika berkunjung ke sana kamu tak hanya akan menemukan jejeran biji kopi tapi juga ada beras dan barang sembako lainnya.

Kopi di sini masih dikemas dengan kemasan kopi klasik berwarna coklat lengkap dengan tulisan ejaan lama.

Kedai ini juga disebut Kopi Bis Kota karena pada masa itu orang Jakarta kerap menggunakan bus kota sebagai alat transportasi.

Pemilik Kopi Johny, Johny Poluan, saat menyajikan kopi di kedainya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Kopi Johny belakangan banyak diperbincangkan setelah kerap disinggung oleh pengacara Hotman Paris di akun Instagramnya.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Pemilik Kopi Johny, Johny Poluan, saat menyajikan kopi di kedainya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Kopi Johny belakangan banyak diperbincangkan setelah kerap disinggung oleh pengacara Hotman Paris di akun Instagramnya.

8. Kwang Koan Kopi Johny

Warung kopi ini sempat viral karena sering dikunjungi pengacara Hotman Paris. Lokasinya terletak di Jalan Raya Kelapa Kopyor, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sang pemilik yang bernama Johny berasal dari Manado. Ia terinspirasi menamakan kedainya Kwang Koan dari satu kampung kopi di Manado, tepatnya dekat dengan Bukit Kasih.

Kopi yang populer dari kedai ini adalah kopi hitam dan kopi susu. Selain kopi, kamu juga bisa memesan aneka camilan seperti bakpao untuk menemani minum kopi.

Keunikan dari kedai ini adalah pada proses pembuatannya. Biji kopi di Kopi Johny tidak digiling sampai hancur lalu diseduh. Namun difermentasikan beberapa tahun, lalu direbus dan disajikan.

Keunikan lainnya adalah Johny yang masih melayani sendiri pelanggannya sudah hafal mereka yang sering datang ke sana.

Maka dari itu jika kamu pelanggan reguler, kamu tidak perlu lagi memesan. Kamu hanya perlu duduk dan diam sejenak, nanti Johny akan langsung mengantarkan kopi yang ingin kamu pesan karena dia sudah tahu pasti kamu mau pesan apa.

#Kedai #Kopi #Legendaris #Jakarta #Kopi #Tak #Kie #sampai #Kwang #Koan #Kopi #Johny #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts