Indonesia Produsen Bijih Nikel Terbesar Dunia, tetapi Investor Bisa Saja Mundur

  • Whatsapp
banner 468x60

Beritahidup.com – Bukanlah kabar baru Indonesia telah menguasai lebih dari 20% total ekspor nikel dunia. Dunia telah mengenal Indonesia sebagai eksportir nikel terbesar kedua untuk industri baja negara-negara di Uni Eropa. Nilai ekspor bijih nikel Indonesia tercatat melesat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal kedua tahun 2019, ekspor bijih nikel Indonesia naik signifikan sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017.

Tak hanya itu, produksi dan pengembangan baterai lithium untuk ekspansi industri kendaraan listrik juga terus mengalami kenaikan. Kabar baik yang ramai dibicarakan oleh banyak orang yakni investasi Elon Musk untuk pembangunan Gigafactory Tesla di Indonesia. Tentu saja hal ini menjadi peluang yang sangat baik untuk bisnis penanaman modal di tanah air. Oleh karena itu, Indonesia terus berbenah menghadapi berbagai kemungkinan-kemungkinan positif yang akan terjadi di masa mendatang. Namun, dibalik kabar baik tersebut, apa jadinya jika para investor menarik modalnya dari tanah air?

Kabar mengenai rencana mundurnya beberapa investor global seolah-olah lagu lama dalam dunia bisnis Indonesia. Kabar tersebut kembali mencuat setelah keluarnya Peraturan Menteri ESDM No.11 Tahun 2020. Di dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa harga patokan penjualan mineral logam dan batu bara harus ditetapkan dan diatur sebagaimana mestinya. Peraturan menteri tersebut juga mengalami perubahan ke-3 dari Peraturan Menteri ESDM No.7 Tahun 2017.

Peraturan yang tidak menentu dari pemerintah, bisa saja menjadi alasan para investor enggan berlama-lama menanam investasinya. Peraturan yang tidak konsisten dan cenderung berubah-ubah dapat membuat investor bimbang dan ragu.

Tak hanya itu, berdasarkan peraturan baru tersebut para investor juga akan menghadapi persoalan dimana kondisi harga pembelian akan di takar dan harga penjualan akan terus ditekan. Terlebih keuntungan investasi di Indonesia bisa dibilang sudah tidak ada. Saat ini, Indonesia kena anti dumping di beberapa negara seperti China, Amerika, Uni Eropa, dan menyusul beberapa negara yang sedang dalam proses, seperti India dan Korea Selatan.

Kontroversi dalam peraturan pemerintah tersebut bisa mengganggu peluang bisnis yang menjanjikan di tanah air. Maka jangan heran bila banyak investor yang merasa terbebani dan pada akhirnya berinisiatif mundur dari dunia investasi di Indonesia.

Related posts